Cari

Dipermalukan oleh Bos, tapi Keputusannya Bertahan Berbuah Manis

Posted 11-12-2017 10:39  » Team Friendonesia

Seorang pria tulis curhatan tentang pengalaman beratnya saat bekerja. Unggahan ini viral dan dipuji banyak netizen.

Postingan tersebut memberi pelajaran, tak semua hal di dunia kerja bisa dilakukan dengan mudah.

Beberapa orang berpendapat bahwa dunia kerja memiliki banyak tantangan dan masalah.

Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa tantangan itu justru bisa membentuk kepribadian jadi lebih baik.

Hal tersebut juga dirasakan oleh pria bernama Joe Najib ini.

 Pria asal Malaysia ini menuliskan pengalaman kerjanya di laman Facebook-nya.

Di awal ceritanya, Joe menuliskan sebuah kalimat kasar.

Kalimat tersebut berisi amarah atasan Joe yang tak puas dengan hasil kerjanya.

"You're f**king stupid or what? If you cannot even do such a simple thing then what the f**k did I hire you for?!? Useless!"

("Kamu itu bodoh atau apa? Jika tidak bisa melakukan hal yang mudah begini lalu kenapa juga aku mempekerjakanmu?!? Tidak berguna!")

Menurut Joe, kalimat tersebut adalah kata-kata paling menyakitkan yang pernah ia dengar.

Saat itu, Joe bekerja sebagai seorang eksekutif pelayanan klien.

Ia baru bekerja selama 2 tahun di industri periklanan.

Kalimat kasar dari bosnya itu dianggap tak seberapa oleh Joe.

"Hal yang membuatnya lebih menyakitkan dan memalukan adalah bahwa bosku berteriak keras sehingga seluruh pegawai mendengar.

Orang-orang di sekitar kami berpura-pura tak melihatnya."

Tapi, Joe saat itu tahu betul semua pegawai mendengar ia dimarahi sang bos.

Hal itu terlihat ketika ia tak mendengar lagi suara pegawai mengetik keyboard.

"Seluruh ruangan terasa sunyi menyeramkan," tulisnya.

Joe merasa itu adalh 30 detik terlama dalam hidupnya.

Akhirnya, pria tersebut diusir dari ruangan atasannya tersebut.

Joe kembali ke mejanya dan merenungkan apa kesalahannya.

Joe mengatakan bahwa ia butuh waktu 2 bulan untuk mendapatkan kepercayaan dan pengakuan bosnya kembali.

Ia harus memastikan semua yang ia kerjakan selesai dengan sempurna dan tepat waktu.

Pada suatu saat, agensi Joe (dengan bos yang sama) diminta untuk menangani sebuah festival musik tahunan.

Joe menjadi bagian dari tim yang merancang acara tersebut sejak awal.

Mulai dari merancang gelang tiket, banners, paket surat hingga materi komunikasi.

Ia juga membantu memastikan bahwa semua berjalan sesuai jadwal dan rencana.

Saat semua orang berpesta menikmati festival, bos Joe terus berteriak melalui walkie-talkie meminta mereka mengecek semua hal.

"Pada pukul 1 dini hari, bosnya meminta semua tim untuk menemuinya di belakang panggung," ungkap Joe.

Ia menyangka telah terjadi sesuatu yang salah.

Akhirnya, mereka semua berkumpul dan diminta naik ke belakang panggung.

Saat itu, DJ Johan Gielen sedang tampil di pentas.

Mereka berdiri melingkar saling berpegangan bahu.

 Tiba-tiba bos Joe memberi pernyataan mengejutkan.

"Lihat itu. Lampu. Musik. 30.000 Orang bersenang-senang. Kalian membuat ini berhasil. Kalian semua. Dari selembar kertas. Bukan dari apapun, tapi sebuah ide. Kita membuat ini jadi kenyataan."

Sang bos kemudian meminta semua tim mematikan walkie-talkie mereka.

"Bersenang-senang lah. Kita semua berhak mendapatkannya. Sampai bertemu besok."

Melalui unggahannya ini, Joe ingin menyampaikan sebuah pesan.

"Aku berpikir berapa banyak generasi muda di zaman sekarang yang merasa tersinggung dan dipermalukan oleh ucapan bosnya.

Mereka langsung mengajukan pengunduran diri dan berkata, 'Sialan, aku berhak mendapatkan yang lebih baik'."

Melihat fenomena ini Joe merasa miris.

Joe merasa sedih melihat banyak orang memilih untuk tidak tinggal lebih lama.

Padahal, mereka bisa saja diperintah dengan tulus dan dipuji atas jerih payah mereka.

Dengan kata lain, Joe menyatakan bahwa cinta yang ditunjukkan dengan keras itu diperlukan untuk membentuk karakter.

Ia sadar bahwa generasi milenial perlu cara sendiri untuk dibentuk karakternya.

Salah satunya dengan mengalami apa yang ia alami.

Bagaimana menurut pendapatmu?

Apa ini cara yang benar untuk menyemangati generasi muda? 

Dikutip dari Tribun Style
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah