Cari
 Dokter OL
 Diposting 09-12-2017 15:46

Kenali dan Waspada Dengan Gejala Penyakit Difteri Yang Sedang Merebak di Jabodetabek

Ini gambaran penderita Difteri yang sedang mewabah. Standing Applouse buat yang Anti Vaksin, karena sukses membangunkan mumi yang sudah dikubur.

Difteri yang telah bertahun-tahun hilang dan nyaris punah, kini muncul kembali dan menjadi Kejadian Luar Biasa di Jabodetabek. Bukan tidak mungkin akan mewabah ke tempat lain jika ANTI VAKSIN masih mendoktrin para orang tua lugu.

Salah satu tanda pada Difteri adalah seperti digambar. Pada stadium lanjut, selaput putih itu akan menutupi seluruh tenggorokan sehingga penderitanya tisak bisa nafas. Jika hal ini terjadi, makan dokter harus membuat jalan nafas lai dengan melubangi leher.

Dikutip oleh laman Kompas.com, hingga November 2017, terdapat 20 provinsi yang telah melaporkan adanya difteri dengan 593 kasus dan 32 kematian.

Bahkan dengan adanya kejadian ini, Kementerian Kesehatan telah meningkatkan statusnya menjadi kejadian luar biasa (KLB) untuk kasus Difteri di seluruh Indonesia.

wabah difteri 

Difteri ialah penyakit infeksi yang menyerang membran mukosa tenggorokan dan hidung disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Infeksi ini menyebabkan selaput tebal di tenggorokan akan menghalangi saluran pernapasan. Akibatnya, penderita kesulitan bernapas hingga meninggal.

Difteri bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak

Namun dalam kasus ini di Indonesia, penderita terbanyak terjadi pada usia 5-9 tahun.

Bunda, tahukah kenapa Difteri banyak menyerang anak?

Ini karena ketika batita hingga balita anak memerlukan imunisasi, khususnya DTP.

Imunisasi DPT memiliki 5 tahap yaitu:

Imunisasi DTP-1 pada saat bayi berumur 2 bulan.
Imunisasi DTP-2 pada usia 4 bulan
DTP-3 pada usia 6 bulan.
Imunisasi DTP-4 kemudian dilakukan satu tahun setelah DTP-3.
DTP-5 diberikan saat anak sudah berusia 5 tahun.

Namun faktanya masih banyak orangtua yang enggan membawa anaknya untuk diimunisasi secara lengkap.

Padahal imunisasi memberikan banyak manfaat, terutama untuk pencegahan penyakit difteri, tetanus, dan pertusis.

Waspadai gejala Difteri :

- Seluruh tubuh: demam, kelelahan, malaise atau panas dingin
- Pernapasan: bernapas secara bising atau napas pendek
- Kulit: ruam atau ulkus
- Ucapan: serak atau suara terganggu
- Tenggorokan: kesulitan menelan atau pegal
- Juga umum: batuk, otot lemas, pembengkakan, pembengkakan kelenjar getah bening atau pilek

peenyakit tonsilitis difteri

Jika tak mau itu menular pada keluarga kita, segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan imunisasi tambahan untuk Difteri.

difteri

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah