Cari

Andi Erni Astuti PNS Cantik Pembunuh Ketua DPRD Kolala Yang Juga Istri Muda Korban

Posted 19-10-2017 22:03  » Team Friendonesia
Foto Caption: Andi Erni Astuti, istri Mussakir Sarira ketua DPRD Kolaka Utara

Banyak yang penasaran bagaimana sosok Andi Erni Astuti, istri Ketua DPRD Kolaka Utara, Mussakir Sarira yang diduga tega membunuh suaminya menggunakan pisau dapur.

Istri korban, Andi Erni saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka. Ia diduga melakukan tindakan nekad itu karena dirasuki api cemburu pada suami. 

Padahal pasangan suami istri ini sudah dikaruniai tiga orang anak, masing-masing bernama Ratu (11), Lady (10) dan Quen (9).

“Kabarnya dipicu oleh kehadiran orang ketiga,” kata kerabat Musakkir, Rabu (18/10/2017) malam seperti yang dikutip Tribun Medan dari SultraKini.com .

Andi Erni adalah pegawai negeri sipil yang bertugas di Dinas Kesehatan Kolaka Utara dengan jabatan kepala bagian.

Keluarga korban mengaku luka tusuk pada bagian perut korban karena terjatuh di kamar mandi. Namun polisi tidak begitu saja percaya pada pernyataan keluarga.

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban berinisial AE sebagai tersangka pembunuhan suaminya.

Namun sebelumnya, terdengar antara korban dan istri bertengkar hebat. 

Seperti yang terlihat pada pakun media sosial Andi Erni tampak tampil sebagai sosok yang mencintai keluarganya.

Tak jarang dia membagikan foto-foto kebahagiaan bersama ketiga anak perempuannya maupun dengan sang suami.

Baru-baru ini dia membagikan bersama ketiga putrinya hingga mendapat respon dari teman-teman di akun media sosialnya.

pembunuh ketua DPRD kolaka

Andi Erni Astuti, istri Mussakir Sarira ketua DPRD Kolaka Utara saat keduanya menjalankan ibadah Haji di Tanah Suci (Istimewa)

"Alhamdulillah sdh bkumpul sama anak2 mlepas rindu...slamat dtg bu Hajja...ole2na!," tulis pemilik akun Andi Nirmala.

Memang baru-baru ini Andi Erni dan suaminya Mussakir Sarira baru kembali melaksanakan ibadah haji di Mekkah hingga membuat mereka berdua baru menyandang gelar Haji dan Hajjah.

Andi Erni pun kemudian membagikan foto mesra saat bersama di tanah suci bersama suami. Terlihat keduanya masih tampil mesra.

"Menjelang shalat jumat.. Alhamdulillah suhu turun di 33 derajat celcius disertai angin yg berhembus sejuk.. Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.." tulis Andi Erni menyasar tulisan statusnya saat melaksanakan ibadah haji di Mekkah bersama suami.

Mereka berdua pun mendapat doa dari rekan-rekannya agar pulang dengan selamat sampai ke tanah air dan bisa menjadi Haji dan Hajjah yang mabrur.

Kapolres Kolaka Utara AKBP, Bambang Satriawan belum mendapatkan memastikan penyebab kematian wakil rakyat tersebut.

Namun, terdapat tanda fisik di tubuh korban yang ditemukan luka tusuk pada bagian perutnya.

"Ada luka tusuk benda tajam di perut korban. Sementara kalau kita lihat dari fisik korban luka tusuk benda tajam," ujar Bambang saat dikonfirmasi melalui saluran telepon.

Jasad korban telah dibawa kembali ke RSUD Jafar Harun Kolaka Utara untuk dilakukan visum.

Andi Erni Astuti, istri Mussakir Sarira ketua DPRD Kolaka Utara (Istimewa)

Andi Erni Astuti, istri Mussakir Sarira ketua DPRD Kolaka Utara (Istimewa)

Setelah melakukan penyelidikan, Polres Kolaka pun menetapkan istri korban berinisial AE sebagai tersangka pembunuhan suaminya.

Melansir dari Kompas.com, Bambang Satriawan pun mengungkapkan bahwa pelaku sudah ditahan setelah mengakui perbuatannya sehingga menyebabkan suaminya meninggal.

"Tersangka benar istri sah korban dari fakta yang kita dapatkan, sedang kita dalami terkait dengan motifnya kenapa dia melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal. Sementara ini dia sudah mengaku kalau dia yang melakukan penganiayaan itu," ungkap Bambang saat dikonfirmasi via telepon Kamis (19/10/2017).

Tersangka dikatakan masih syok dan belum bisa menjelaskan lebih jauh terkait insiden tersebut.

Pihak kepolisian pun masih menyinkronkan dengan keterangan-keterangan para saksi, alat bukti, dan keterangan tersangka.

"Barang bukti yang berhasil kita sita itu benda yang digunakan berupa pisau, baju yang berlumuran darah, dan gunting yang ada darah di TKP," katanya.

Sementara hasil otopsi korban yang telah dilakukan oleh tim dokter dari Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, lanjut Bambang disimpulkan bahwa luka tusukan selebar 1,9 cm dengan dalam lebih dari 4 cm di antara perut dan dada korban. Korban ditusuk dengan menggunakan pisau dapur yang mengenai hati korban.

"Otopsi sudah dilakukan mulai pukul 03.30 dan selesai pukul 06.00 Wita, hasilnya bahwa matinya korban karena disebabkan tusukan benda tajam yang menyebabkan luka di atas perut atas dan mengenai hati korban," terangnya.

Dalam kasus ini, penyidik Polres Kolaka Utara telah memeriksa 5 orang saksi di antaranya, tersangka, anggota Sat Pol PP, sopir korban, dan dokter RSUD Jafar Harun Kolaka Utara yang menangani korban. 

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah