Cari

Rupa-Rupa Bisnis MLM Yang Ditutup OJK

Posted 18-10-2017 16:10  » Team Friendonesia

Beberapa teman facebook saya sangat gencar dalam promosi beberapa produk MLM. Tak tanggung-tanggung dengan mengiming-imingi bonus besar dengan effort yang sangat minim. Anda bisa meraup untung lebih dari maksimal.

Sebagai pelaku bisnis online sejak 2008, saya kadang menanggapinya dengan sedikit ngiler dan ragu. Dengan model binis yang sudah terverifikasi saja, saya hanya mendapat 400-10.000 rupiah pertiap aksi yang saya kerjakan.

Dan hari ini keraguan saya terbukti, oleh OJK badan usaha tersebut ditutup karena beberapa pertimbangan seperti masalah izin kerja, potensi scam dan penipuan, serta investasi bodong.

Setelah keluarnya keputusan ini, saya sempatkan mengecek website beberapa usaha tersebut. Azaria untuk sementara sudah menonaktifkan pendaftaran member dan agen, 4jovem sepertinya masih adem ayem seperti biasa.

Sebenarnya beberapa konsep usaha ini merupakan valid dan terstruktur. Tapi sikap para pemilik dan petinggi yang berusaha mendapatkan untung maksimal dengan mengabaikan izin usaha untuk menghindari pajak, sudah merupakan ciri awal sebagai bentuk perusahaan tidak sehat.

Dikutip dari detik.com, dalam rangka perlindungan konsumen dan masyarakat, Satgas Waspada Investasi menghentikan kegiatan usaha sebelas entitas sejak tanggal 18 Juli 2017. Entitas yang dihentikan kegiatannya adalah:

1. PT Akmal Azriel Bersaudara
2. PT First Anugerah Karya Wisata/First Travel
3. PT Konter Kita Satria
4. PT Maestro Digital Komunikasi
5. PT Global Mitra Group
6. PT Unionfam Azaria Berjaya/Azaria Amazing Store
7. 4Jovem/PT Pansaky Berdikari Bersama (Akhirnya diberi izin oleh OJK setelah direview dan melengkapi persyaratan)
8. Car Club Indonesia/PT Carklub Pratama Indonesia
9. Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru
10. PT Maju Mapan Pradana/Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM; dan
11. PT CMI Futures

Untuk teman-teman, saya memiliki beberapa tips dalam menghindari segala bentuk penipuan dan kerugian yang harus kita tanggung saat ingin berinvestasi dengan rupa-rupa bisni seperti ini.

Pertama, jikalau keuntungan yang ditawarkan terkesan sangat mengiurkan dan cenderung kurang masuk akal, coba pelajari secara seksama sistemnya. Jika keuntungan atau yang didapatkan murni dari sales income berarti usaha tersebut memiliki alasan jelas, sebaliknya jika MLM tersebut lebih mengutamakan point dari rekrutmen member atau menjual level membership, segera wanti-wanti dengan modus tersebut. Karena inti dan ide MLM adalah sales provit, yang pada dasarnya menjual produk.

Untuk investasi, margin revenue atau income yang diberikan mendekati suku bunga deposito tertinggi yang diberikan pada umumnya, misalnya 5-10% per tahun. Lebih dari itu, anda harus mereview secara jelas, bagaimana pihak manajemen mengatur sistem keuangan sehingga mampu mengembangkan binis investasi lebih dari suku bunga deposito perbankan.

Kedua, untuk bentuk investasi, jikalau management atau pemilik usaha investasi, melakukan topup investasi atau meminta dana tambahan tanpa alasan yang jelas dengan iming-iming mempermudah pencairan dana investasi, sebaiknya anda wanti-wanti dan mulai memonitor dengan teliti.

Ketiga, jangan sungkan meminta surat keterangan usaha, ijin usaha, kitas, atau NPWP perusahaan. Perusahaan yang sehat akan selalu terbuka dan bersedia memberi anda informasi tersebut sebagai faktor keamanan buat investor. Jika perusahaan terkesan menutupi, itu menjadi salah satu pertanyaan untuk anda.

Empat, lakukan research dari media dan internet untuk mencari informasi secara aktual. Terkandang para investor ataupun konsumen dengan kerelaan menumpahkan appresiasinya atau kritik di media sosial atau forum-forum diskusi tertentu.

Kelima, cari informasi melalui Disperindag, OJK,atau lembaga pemerintah yang mengawasi dan memonitor segala bentuk usaha di Indonesia. OJK juga berfungsi sebagai bahan legislasi pemerintah yang memvalidasi kelayakan sebuah usaha.

Semoga dengan cara-cara diatas masyarakat semakin mengerti dan terhindarkan dari segala bentuk penipuan dan kerugian yang disebabkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab...

Singapura, 22 Juli 2017
Ondo Alfry Simanjuntak

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah