Cari
 Literasi
 Diposting 20-11-2017 11:50

BENJOL, Parang Bermain

Sarmin anak Jakarta, sore itu berteriak histeris minta tolong. Maksud liburan di Balige, dirinya malah gemetaran sambil keringat dingin melihat kejadian sore itu, kala dia sedang asik jala-jalan sore di sebuah kampung penduduk.

Seorang ibu terlihat marah dengan logat Batak sambil memegang parang yang diacungkan diatas kepala seorang bocah yang menangis dengan iba. "Nga hudok, udah kubilang dari tadi, jangan main-main naik turun tangga, mau mati kau? Lak hupamate ma annon ho" umpat si Mamak sembari menekan badan parang ke bagian kepala si Anak yang semakin menangis keras entah karena rasa sakit, atau akibat diomeli ibunya.

Sepintas memang mirip adegan ISIS hendak memenggal tawanan perang. Tapi hal dan metode ini kerap terjadi saat aku masih anak-anak. Benjol akibat benturan merupakan hal biasa yang hanya diatasi sepele saja.

Mulai dari mengusap saja, atau dengan tambahan air liur, atau kompress dengan nasi hangat, paling ekstrim menekan benjol dengan parang. Kenapa mesti parang? kenapa tidak sejenis besi lainnya? saya kurang paham teorinya.

Jadi jangan heran kalau melihat ada orang benjol di kampung, boro-boro dikasih obat untuk mengurangi rasa sakit, sebaliknya malah ditekan-tekan menggunakan parang lumayan kuat dengan harapan benjol tersebut segera kempes seperti ban yang dicabut pentilatornya.

Sadis memang, but trust me, it works.

Salam Benjol.

Ondo Alfry Simanjuntak

Sahabat Sebangsa Setanah Air

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah