Cari

Cak Lontong Alumni ITS yang Sukses di `Jalan yang Sesat`, hingga Menteri Susi Bergelar Doktor HC

Posted 14-11-2017 12:26  » Team Friendonesia
Foto Caption: Menteri Susi dan Cak Lontong

Pemandu acara dan komedian, Cak Lontong, ternyata jebolan Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya.

Karena itulah, Cak Lontong pernah disebut sebagai "alumni ITS paling sukses di jalan sesat".

Istilah itu didapatkannya dari Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Muhammad Nuh juga pernah menjabat Rektor ITS.

"Saya ingat Pak Nuh yang bilang, saya sukses di jalan yang sesat," kata Cak Lontong di Surabaya, Minggu (12/11/2017).

Bagaimana tidak, profesinya saat ini sangat tidak linier dengan latar belakang pendidikannya.

Cak Lontong di ITS

Lis Hartono alias Cak Lontong(KOMPAS.com/Achmad Faizal)

Pria yang memiliki nama asli Lis Hartono itu menempuh pendidikan sarjana di ITS sejak 1989 jurusan Teknik Elektro. Dia baru lulus pada 1995.

Kini, Cak Lontong lebih dikenal sebagai komedian, aktor, hingga pemandu acara kondang yang terkenal dengan leluconnya yang terbilang asal, namun mengundang decak tawa.

Dia juga kerap membintangi sejumlah iklan produk.

"Jadi ijazah saya Sarjana Teknik Elektro tidak berguna. Sekarang dimakan rayap. Rayap ini pintar, dia tahu kalau ijazah saya tidak berguna," tuturnya, berkelakar.

Pada Jumat (10/11/2017) lalu, bertepatan dengan Hari Pahlawan sekaligus puncak peringatan Dies Natalis ke-57 ITS, Cak Lontong mendapatkan penghargaan sebagai alumni yang sukses di bidang seni dan kebudayaan.

Penghargaan juga diberikan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, sebagai alumni yang sukses di bidang pemerintahan.

Sementara, Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dianugerahi gelar doktor honoris causa .

Rektor ITS, Joni Hermana mengatakan, Menteri Susi adalah orang ketiga yang diberi gelar honoris causa (gelar kehormatan) dari ITS.

Menteri Susi Pudjiastuti mendapat penghargaan dari ITS

Menter Susi mendapat gelar honoris causa dari ITS Surabaya (KOMPAS.com/Achmad Faizal)

"Kita tidak mudah memberi gelar honoris causa kepada seseorang. Sejak berdiri tahun 60, baru tiga orang yang diberi gelar kehormatan ini," jelasnya.

Gelar honoris causa pertama ITS, kata dia, diberikan kepada Doktor Hermawan Kertajaya pada 2010.

Dia dianggap memiliki kontribusi di bidang ilmu pemasaran.

Pada 2015, gelar yang sama diberikan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Risma dinilai memiliki kontribusi besar dalam dunia pembangunan tata kota selama menjabat sebagai wali kota Surabaya.

Menteri Susi disebut berhasil membangun sektor kelautan dan perikanan Indonesia saat menjabat menteri.

"Sektor maritim tidak hanya disentuh dari sisi teknis, tapi secara berkesiambungan, ini yang penting," jelas Joni.

Kajian penganugerahan gelar doktor honoris causa untuk Menteri Susi dimulai sejak 2016.

"Pengkajian pemberian gelar doktor honoris causa untuk Menteri Susi memakan waktu cukup lama serta melalui prosedur ketat," tambahnya.

Bagi menteri Susi, gelar doktor honoris causa ini adalah yang kedua kalinya dia dapatkan.

Pada Desember 2016 lalu, dia juga pernah memperoleh gelar yang sama dari Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah.

Hadir dalam acara penganugerahan tersebut sejumlah pejabat daerah dan pejabat pusat, dan tokoh masyarakat seperti Dirjen Dikti, Patdono Suwignyo, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo. (Kontributor Surabaya, Achmad Faizal/Kompas.com)

Dikutip dari Kompas
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah