Jokowi Tak Marah Dikritik Bos Bukalapak Achmad Zaky

Posted 17-02-2019 02:37  » Team Friendonesia
Foto Caption: Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky (ketiga kanan) dan Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid (kanan). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

JAKARTA - Pihak Istana Kepresidenan menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak marah dengan cuitan Bos Bukalapak Achmad Zaky yang mengkritik anggaran riset dan pengembangan (research and development/R&D) di Indonesia hingga 'presiden baru' pada beberapa waktu lalu. 

"Sama sekali beliau tidak marah," ucap Staf Khusus Presiden Teten Masduki saat menemani bos Bukalapak menemui para awak media usai pertemuan dengan kepala negara di Istana Merdeka pada Sabtu (16/2). 

Menurut Teten, Jokowi sudah mengerti maksud dari cuitan Zaky tersebut. Jokowi, sambungnya, melihat cuitan Zaky merupakan pandangan yang berusaha membangun sektor riset dan pengembangan industri di Tanah Air. 

Hanya saja memang, katanya, sangat disayangkan karena data yang digunakan oleh Zaky justru kurang akurat. 

Dalam cuitan itu, Zaky menggunakan data yang diperoleh dari situs persebaran informasi Wikipedia. 

Namun, data anggaran riset dan pengembangan yang dikutip Wikipedia tidak menghadirkan perbandingan anggaran dari berbagai negara pada tahun yang sama. 

"Beliau memaafkan dan menasehati Zaky supaya lebih hati-hati walaupun beliau juga sepakat dengan substansi yang diangkat Zaky soal R&D, cuma memang Zaky keliru dari data yang dipakai," terangnya. 

Selain itu, Teten mengatakan Jokowi tidak marah karena lebih mempertimbangkan para pelaku yang terlibat dalam bisnis online, termasuk para Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi pelapak. 

Sebab, peran Bukalapak terhadap perkembangan e-commerce sebagai marketplace sangat besar. Hal ini terlihat dari status Unicorn yang disandang oleh Bukalapak bersama tiga perusahaan lain, yaitu Gojek, Traveloka, dan Tokopedia. 

"Beliau khawatir kalau terus berlanjut uninstall Bukalapak akan mengganggu e-commerce di Indonesia karena ini adalah salah satu dari empat unicorn di Indonesia," katanya. 

Sementara terkait 'presiden baru' yang juga ada di cuitan Zaky, katanya, Jokowi justru tidak mempersoalkan itu sama sekali. 

Meski 'presiden baru' membuat para pendukung calon presiden pertahana itu sempat menggemakan tagar #UninstallBukalapak yang kemudian dibalas oleh kubu lawan Jokowi di kontestasi politik dengan tagar #UninstallJokowi.

"Pak Presiden lebih concern soal bagaimana bisnis online ini yang punya koneksi terhadap UMKM yang di offline. Jadi ini jangan sampai kemudian mengganggu ekonomi," ungkapnya. 

"Zaky juga sudah menyampaikan maaf, menjelaskan isu tweet-nya yang kemudian memang dari warning-nya kurang tepat, sehingga ditafsirkan luas. Seolah-olah opposite (berseberangan) terhadap pak Jokowi," sambungnya. 

Lebih lanjut Teten berharap persoalan kritik anggaran riset hingga 'presiden baru' dari bos Bukalapak tidak diteruskan dan ditanggapi serius lagi oleh masyarakat. "Mudah-mudahan pertemuan hari ini antara Zaky dengan Pak Presiden, bisa menghentikan kegaduhan ini yang dalam tanda petik secara ekonomi tidak menguntungkan," ujarnya. 

Sebelumnya, Zaky baru saja bertemu dengan Jokowi untuk meminta maaf secara langsung mengenai cuitannya terkait anggaran dana riset di Indonesia yang tertinggal dari negara-negara lain. Permintaan maaf disampaikannya sejak bertemu pada pukul 10.30 di Istana Merdeka. 

"Secara pribadi saya sampaikan maaf kepada Bapak dan luruskan juga yang kemarin. Terus selanjutnya saya apresiasi tadi kita diskusi banyak mengenai rancangan pemerintah untuk membuat Indonesia maju," kata Zaky.

MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI