Lion Air Akui Situasi Masih Sepi, Tapi Bantah Jumlah Penumpang Hanya 3 Orang

Posted 11-02-2019 20:13  » Team Friendonesia
Foto Caption: Pesawat Lion Air

JAKARTA - Perusahaan penerbangan Lion Air mengakui adanya penurunan jumlah penumpangnya pesawatnya saat ini. Hal ini lantaran masih terjadinya situasi musim sepi penumpang (low season).

Namun Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro membantah low season membuat keterisian pesawat anjlok drastis.

"Masih dalam situasi musim sepi (low season). Persentase jumlah penumpang kami belum bisa berikan," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Memang low season, tetapi tidak benar jumlah penumpang hanya tiga atau empat orang saja," sambung dia.

Lion Air memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang bahwa pesawat Lion Air rute Padang - Jakarta pada 8 Februari 2019 hanya membawa penumpang 3 orang.

Danang mengatakan, hal itu tidaklah benar. Lion Air kata dia sudah melakukan pemeriksaan dari tiga penerbangan berjadwal Padang-Jakarta hari itu.

Tingkat keterisian penumpangnya yakni pesawat nomor JT-253 mengangkut 104 penumpang, JT-353 mengangkut 109 penumpang dan JT-357 mengangkut 205 penumpang.

"Jadi itu tidak benar kalau jumlah penumpang yang diangkut hanya itu (3 orang)," kata dia.

Jumlah Penumpang Lion Air Turun, Apa Sebabnya?

Managing Director Lion Air Group Daniel Putut Kuncoro mengakui ada penurunan jumlah penumpang yang menggunakan jasa perusahaannya akhir-akhir ini.

Namun, dia membantah penurunan jumlah penumpang itu disebabkan penerapan kebijakan bagasi berbayar.

"Sekarang lagi low season sih, memang pasti semua maskapai juga mengalami hal ini (penurunan jumlah penumpang). Kan ini momen di low season, tapi (tingkat keterisian) kami masih di atas 70 persen sih," ujar Daniel di Gedung DPR RI, Selasa (29/1/2019) malam.

Daniel menambahkan, perusahaannya sebenarnya menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen dengan menerapkan bagasi berbayar ini.

Namun, jika kebijakan ini resmi ditunda, dia mengaku belum mengetahui seberapa besar dampaknya bagi keuangan perusahaan.

"Kita agak lebih fleksibel sabagai pengusaha. Kalau itu (penundaan bagasi berbayar) menjadi fix, itu yang akan menjadi benar-benar buat strategi baru lagi untuk bisnis proses supaya dapat sustainable lagi," kata Daniel.

Sebelumnya, Lion dan Wings Air telah menghapus layanan bagasi gratis bagi para penumpang rute domestiknya mulai 22 Januari 2019 lalu.

Namun, kebijakan itu ditentang DPR RI. Komisi V DPR RI meminta kebijakan itu ditunda penerapannya karena dianggap memberatkan masyarakat.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI