Cari
 Politik
 Diposting 11-01-2019 12:53

Ferdinand Hutahaean Minta Faizal Assegaf Bertobat seusai Sebut Jumlah Utang SBY

Foto Caption: Faizal Assegaf dan Ferdinand Hutahaean. (Kolase/TribunWow.com/TribunJabar)

Ketua Progres 98, Faizal Assegaf menyebut pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan utang sebanyak 2.608,8 triliun.

Hal itu disampaikan Faizal di akun Twitter-nya @faizalassegaf, Rabu (9/1/2019).

Awalnya, Faizal menyoroti loyalis Cikeas yang membuat tagar #RakyatTraumaHutang di Twitter.

Faizal menyatakan bahwa para loyalis Cikeas tersebut lupa bahwa SBY mengakhiri pemerintahan dengan beban utang.

Menurutnya, beban utang pemerintahan SBY sebanyak 2.608,8 triliun plus pemborosan subsidi BBM 1.300 triliun.

"Loyalis Cikeas bikin tagarnya lucu #RakyatTraumaHutang, mrk lupa @SBYudhoyono akhiri kekuasaan 2014 dgn meninggalkan beban hutang Rp2.608,8 triliun plus pemborosan subsidi BBM Rp1.300 triliun.

Hasilnya cuma meninggalkan trauma bg rakyat dgn aneka proyek mangkrak & KKN," tulis Faizal.

Mengetahui hal tersebut, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean memberikan tanggapan dengan menautkan tweet Faizal Assegaf.

Tanggapan Ferdinand tersebut disampaikan melalui akun Twitternya, @Ferdinand_Haean, Rabu (9/1/2019).

Ferdinand menyatakan 2.600 T merupakan total utang sejak Indonesia berdiri.

Menurutnya, selama 10 tahun, pemerintahan SBY menambah utang 1.300 T.

Sedangkan pemerintahan Jokowi selama 4 tahun menambah utang 2.000 T.

Berdasar hal tersebut, Ferdinand hingga menyuruh Faizal untuk tobat.

"2600 T itu total utang sejak Indonesia ada. SBY 10 thn menambah utang 1.300 T atau 130 T/thn.

Gunanya, subsidi utk rakyat dan membangun ekonomi negara yg tumbuh 6,7% Jokowi 4 thn nambah uang 2000 T lbh dan uang dikasih ke asing sprt Freeport serta ekonomi hancur.

Zal.. tobat lu," cuit Ferdinand.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah