Polda Jatim Geledah Rumah serta Sita dan Bekukan Akun Instagram Ahmad Dhani

Posted 19-11-2018 11:31  » Team Friendonesia
Foto Caption: Ahmad Dhani menghadiri pemeriksaan di Mapolda Jatim, Rabu (24/10/2018)

JAWA TIMUR - Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur menyita akun Instagram milik musisi Ahmad Dhani Prasetyo (@ahmaddhaniprast).

Penyitaan itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dugaan pencemaran nama baik, terkait ucapan tidak menyenangkan di dalam vlog yang dibuat Ahmad Dhani di Surabaya, Minggu (26/8/2018) lalu.

Setelah disita polisi, akun Instagram Ahmad Dhani dibekukan.

"Akun Instragram milik AD (Ahmad Dhani) disita beserta handphone yang dipakai membuat video vlog," ungkap Barung di Mapolda Jatim, Jumat (16/11).

Ia mengatakan, akun itu disita dari adminnya di Jakarta, Kamis (15/11).

Akun Instragram milik Dhani yang disita bertuliskan Ahmad Dhani Prasetyo, Ahmad Dhani Official Instagram ahmaddhani.com. Gambar profil Dhani memakai jas.

"Barang bukti sudah lengkap, ini adalah Instagram Ahmad Dhani sebagai hasil screenshot untuk melengkapi berkas perkara," jelasnya.

Selain melakukan penyitaan, polisi juga menggeledah rumah Dhani.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi mengatakan belum bisa memastikan kapan akan mengirim berkas perkara ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Penyidik masih menunggu saksi yang meringankan dari pihak Dhani.

"Nanti sebagai barang bukti untuk dikirim ke kejaksaan, soal waktunya penyidik masih menunggu pemeriksaan yang diajukan oleh saksi ahli pihak Dhani ," kata Harissandi.

Pada Senin (12/11) lalu, Dhani mendatangi gedung Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Ia didampingi putra bungsunya Abdul Qadir Jaelani (Dul).

Kedatangan mantan suami Maia Estianty ke Polda Jatim ini untuk menyerahkan barang bukti berupa Iphone warna hitam yang dipakai untuk merekam vlog terkait kasus pencemaran nama baik terhadap Banser.

Dhani juga bersama saksi pembanding yang diajukannya kepada penyidik.

"Saya serahkan barang bukti (handphone)," ucap Dhani.

Pendiri grub band Dewa 19 ini memaparkan, terkait saksi ahli, pihaknya sudah berkirim surat pada Kementerian Kominfo sebagai pembanding.

Katanya, ada satu orang saksi ahli yang bakal hadir.

Menurut Dhani, saksi ahli ITE yang dihadirkan satu di antara penyusun Undang-undang ITE.

Pihaknya optimistis, saksi ahli yang dibawanya ini mampu mematahkan pendapat saksi ahli dari penyidik.

Penasihat hukum Aldwin Rahadian mengajukan tiga saksi ahli ke penyidik yaitu saki ahli ITE dari Kominfo, Teguh Afriyadi, ahli hukum pidana Dr Abdul Chair Ramadhan (akademisi Fakultas Hukum Universitas Islam As-Syafiiyah) dan ahli bahasa bidang lingusistik forensik Dr Andika Dutha Bachari (akademisi Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung).

Pada perkara ini, Dhani dianggap melanggar pasal 27 ayat 3 terkait UU ITE terkait pencemaran nama baik.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI