Cari
 Politik
 Diposting 02-11-2018 13:09

Luhut Panjaitan - Sri Mulyani Akan Diperiksa Bawaslu Terkait Tunjuk Jari Satu

Foto Caption: Luhut dan Sri Mulyani dalam forum IMF

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.  

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo mengonfirmasi adanya pemeriksaan itu pada Jumat (2/11/2018) hari ini.

"Iya. Jam 15.00 WIB. Mereka terlapornya," ujar Ratna Dewi saat dikonfirmasi, Jumat (2/11/2018).

Dua menteri di Kabinet Kerja itu dilaporkan ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran pemilu.

Dahlan Pido yang didampingi Advokat Nusantara, mengadukan dua menteri di Kabinet Kerja, karena diduga melakukan pelanggaran pemilu, saat penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Minggu (14/10/2018).

Menurut Ratna Dewi, upaya pemeriksaan itu dilakukan untuk mengklarifikasi adanya temuan pelanggaran pemilu tersebut.

"Iya klarifikasi," kata dia.

Sejauh ini, dia mengaku masih menangani temuan tersebut. Rencananya, pihaknya akan menyampaikan rekomendasi atau penyampaian hasil temuan pada pekan depan.

"Sedang proses pemerikasaan. Kami sudah panggil terlapor, saksi, dan ini lanjutannya terlapor. Terakhir tanggal 6-7 (November)," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dilaporkan keBawaslu.

Dahlan Pido, selaku warga masyarakat didampingi Advokat Nusantara mengadukan dua menteri di kabinet kerja karena diduga melakukan pelanggaran pemilu saat penutupan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, Minggu (14/10/2018).

"Ada dugaan pelanggaran yang dilakukan pejabat negara, Luhut Binsar Pandjaitan dan Sri Mulyani, dugaan pelanggaran menyebutkan identitas pasangan calon, Jokowi nomor satu," ujar Dahlan Pido di Gedung Bawaslu, Kamis (18/10/2018).

Dia menjelaskan, pelanggaran pemilu diduga terjadi saat sesi foto bersama antara Direktur IMF Christine Lagarde, Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan Menkeu Sri Mulyani, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjio.

Di sesi foto itu, Menko Luhut Binsar Panjaitan dan Menkeu Sri Mulyani dinilai telah mengarahkan Direktur IMF dan Presiden Bank Dunia, untuk berfoto satu jari dan tidak berpose dengan dua jari atau victory.

"Ada sedikit kejadian di mana Direktur IMF dan World Bank itu akan menunjukkan jari awalnya dua, lalu dikoreksi oleh Pak Luhut dan Ibu Sri Mulyani," kata Dahlan.

M Taufiqurrahman, kuasa hukum Advokat Nusantara yang mendampingi Dahlan, mengatakan, tindakan itu patut diduga ajakan dan imbauan mengarahkan pada salah satu pasangan calon presiden, dan merugikan pasangan calon lainnya.

"Apakah hal ini nantinya dinilai melanggar atau tidak, kita serahkan kepada Bawaslu," ucapnya.

Di kesempatan itu, pelapor membawa barang bukti berupa pemberitaan media yang ada, dan sebuah disket yang berisi gambar video saat kejadian tersebut.

Atas perbuatan itu, Luhut Binsar Panjaitan dan Sri Mulyani diduga melakukan pelanggaran sesuai UU 7/2017 tentang Pemilu, pasal 282 dan pasal 283 ayat 1 dan 2.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah