Cari
 Literasi
 Diposting 30-10-2018 19:22

Adab, Azab Dalam Duka JT 610

Foto Caption: Ahok dalam persidangan Penistaan Agama

Sejak peristiwa naas kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang terjatuh kemarin (29/20/2018), banyak masyarakat umum yang mengaitkan para korban-korban JT 610 dengan peristiwa dan hal-hal yang cukup dramatis.

Tak luput acara-acara infotaimen yang mulai berspekulatif imajiner, dari publikasi wawancara dan statement para selebriti, sampai hidangan supranatural berbau mistis yang kian berlomba memicu imajinasi para pemirsa yang semakin terbawa emosi kejiwaan dipicu rasa takut dan simpati.

Jelang malam hari, mulai bertebaran angan-angan fiksi yang mengaitkan peristiwa tersebut bak sinetron religi picisan "azab" dan "hidayah" yang selalu disuapi bumbu-bumbu realitas religi di tayangan televisi Indonesia setiap harinya. Mulai dari cerita-cerita kru-kru "katakan cinta" sampai "azab jaksa penuntut Ahok".

Menyebarkan sebuah cerita mengaitkan kematian seorang jaksa penuntut yang terkait dengan kasus Ahok dengan sengaja, hanya untuk memberi kepuasan pribadi. Seolah Tuhan berpihak atas buah pikirannya yang keji.

Sebuah angan-angan drama picisan yang spekulatif yang terbawa aroma dendam akibat rasa ketidakpuasaan dalam proses peradilan Ahok. Melahirkan imajinasi keji yang menari liar diatas rasa duka dan simpati yang dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Hilangnya Adab jiwa-jiwa manusia pendendam yang bermain didalam imajinasi liarnya tanpa memikirkan perasaan duka yang dirasakan oleh keluarga korban lainnya.

Jikalah peristiwa naas itu merupakan sebuah azab kepada mereka para pendosa, apakah seluruh penumpang tersebut harus turut dikorbankan atas dosa-dosa tersebut? Sebuah kegilaan dendam yang membabi buta. Fanatisme penuntut keadilan yang tidak memiliki nurani keadilan itu sendiri.

Marah, aku marah dan menistakan kegilaan mereka, ibarat manusia tak beradab, yang hanya melampiaskan nafsu liar dendam mereka, bermain diatas penderitaan manusia, bertingkah seolah lebih paham akan penghakiman dosa dan hidup manusia. "Mengazabkan" hidup orang lain, hanya karena hal-hal yang tidak sesuai pandangan hidupnya.

Di lain hal, aku selalu terbayang akan mereka-mereka yang menjadi korban, penderitaan mereka sebelum peristiwa naas tersebut. Rasa simpatiku untuk mereka yang kehilangan, harapanku akan lebih baiknya kualitas layanan aviasi di Indonesia, dan rasa ibaku buat mereka yang tergerus adab dan jiwa kemanusiaannya.***

Ditulis Oleh Ondo Alfry Simanjuntak

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah