Cari
 Literasi
 Diposting 26-10-2018 13:46

Teladan Hidup Sylvester Stallone, Jual Anjing Karena Miskin Hingga Jadi Aktor Terkenal

Foto Caption: Sylvester Stallone saat latihan di Gym dan film Rambo

Tahu film legendaris yang berjudul Rambo? Tokoh Rambo diperankan oleh Sylvester Stallone, merupakan salah satu aktor laga yang terkenal di tahun 1980an. Untuk lebih tepatnya, nama Stallone tidak hanya dikenal sebagai aktor, namun ia juga merupakan penulis skenario sekaligus sutradara terkenal.

Dibalik nama besarnya, Stallone tidaklah terlahir dengan sempurna sebagaimana manusia pada umumnya. Saat lahir, ia menderita paralysis atau lumpuh pada sebagian wajahnya, termasuk bibir bawahnya. Karena keterbatasannya ini, sejak kecil hingga menginjak usia remaja ia mendapatkan pendidikan disekolah berkebutuhan khusus.

Keterbatasan seorang Stallone tidak lantas membuatnya berhenti bermimpi. Sejak kecil, ia memang selalu menginginkan untuk menjadi aktor. Dalam perjalanan memperoleh mimpinya tersebut, Stallone sangat akrab dengan kegagalan

Stallone Muda

Foto Sylvester Stallone muda, setelah sukses, dan masa tua

“Tidak ada penonton yang mau melihat seorang bintang film berwajah layaknya seorang mabuk dan tidak mampu bertutur kata dengan jelas,” adalah salah satu alasan mengapa Stallone kerap gagal dalam casting. Jika dihitung, jumlah tolakannya tidak tanggung-tanggung, lebih dari 1500 kali!

Sepertinya, kata menyerah tidak ada dalam kamus Stallone. Setiap ia mendengar ada casting, maka ia akan langsung mendatanginya. Pada akhirnya, sambil ia mengikuti casting sana sini, Stallone menulis sebuah skenario dan menjualnya pada sebuah produser film. Beberapa ada yang berhasil terjual.

Sebagai seorang penulis skenario yang pendapatannya tidak pasti, membuat ia ia diceraikan oleh istrinya. Ada saat dimana seorang Stallone harus menjadi seorang geladangan yang tidur di sebuah halte bus selama tiga hari.

Bahkan, ia harus menjual anjing yang ia sayangi hanya karena ia tidak mampu lagi untuk memberi makan anjing tersebut. Ia menjualnya hanya seharga $25. Dengan berat hati sambil menitikkan air mata, ia meninggalkan anjingnya pada pemilik yang baru.

Dunianya berubah sejak ia menulis sebuah skenario film berjudul Rocky. Sebuah skenario film yang hanya ditulisnya selama 20 jam saja. Ia mendapatkan sebuah penawaran yang fantastis untuk skenario ini, uang senilai $125.000 pun di tawarkan. Ia menolak. Bukan karena jumlahnya, tetapi ia ingin kalau pemain utamanya diperankan oleh Stallone sendiri.

Produser tersebut meningkatkan harga scknarionya menjadi $350.000, ia tetap menolaknya. Mereka ingin skenarionya, tetapi bukan Stallone. Sampai akhirnya produser tersebut sepakat untuk menerima Stallone sebagai pemeran utama hanya dengan bayaran senilai $35.000.

Dengan uang yang ia kantungi saat itu, ia kembali membeli anjing kesayangannya. Ia menjelaskan alasan mengapa ia memutuskan untuk menjualnya. Sayangnya, sang pemilik baru bersikeras dan mengatakan kalau ia tidak akan menjual anjingnya tersebut kecuali Stallone membayarnya $15.000. Dan ya, Stallone memberikan uang tersebut hanya untuk anjing kesayangannya yang semula ia jual $25.

Tetapi, keputusan seorang Stallone dan kegigihannya ini berbuah manis. Rocky menggaet tiga piala Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan scenario terbaik. Nama Stallone terus dikenal dan berhasil menjadi legenda dalam filmnya yang berjudul Rambo.

Dalam kehidupan, selain beriman, kita juga harus bekerja keras dan pantang menyerah. Stallone telah membuktikan kalau pengharapan dan kerja keras tidak akan mengecewakan kita. Sebagai orang percaya, kita harus memiliki nilai lebih dari orang-orang yang tidak mengenal Tuhan.

Sebab firmanNya mengatakan dalam Amsal 23:18, “Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.” Mulai sekarang, jangan pernah menyerah dengan keadaan, karena Tuhan sendiri telah berpesan kalau masa depan yang terbaik untuk kita telah Tuhan sediakan.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah