Cari

Fakta-fakta Jessica Dibakar Ibunya, Maafkan Perbuatan Ibunya Lalu Meninggal

Posted 24-10-2018 10:01  » Team Friendonesia
Foto Caption: Jessica Mananohas saat dirawat di RS Liungkendage dan RSUP Kandou, Manado.

MANADO - Anak kecil Jessica Mananohas (10) yang diduga dibakar oleh ibunya sendiri, Olga Semet, warga Desa Pintareng, Kabupaten Sangihe, dikabarkan meninggal dunia di RSUP Kandou, Manado pada Selasa (23/10/2018).

Siswi kelas 4 SD di Desa Pintareng ini meninggal setelah berjuang menjalani pengobatan di RSUD Liungkendage Tahuna.  Bahkan pihak RS menyebut  Jessica sudah membaik 70 persen. Sayang, Jessica dikabarkan sudah meninggal dunia pada Selasa siang. 

Berikut Fakta-fakta kasusnya:

1. Meninggal Dunia Pukul 2 Siang

Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado (Grup Tribun Medan), Selasa (23/10/2018) di RSUP Kandou Malalayang, Jessica tutup usia pada pukul 14.08 Wita.

"Laporan yang saya terima memang meninggal pada pukul 14.08 Wita," ujar Direktur RSUP Kandou Malalayang, dr. Jimmy Panelewen.

Saat ini Jessica masih berada di ruang PICU RSUP Kandou Malalayang. Sejak peristiwa pada 12 September hingga pekan lalu, Jessica masih dirawat di RS Liungkendage, Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Namun kini, Jessica sudah dirujuk ke RSUP Kandou, Kota Manadosejak awal pekan lalu Saat itu, Jessica pun mendapat kunjungan dan dukungan dari berbagai pihak

Jessica Mananohas  terus mendapatkan dukungan moril dari berbagai kalangan dalam menghadapi peristiwa mengenaskan yang dihadapinya.

Kali ini sebelum menjalani operasi, Jessica didoakan oleh pengunjung yang datang menjenguknya.

Mereka meminta agar Tuhan memberi kesembuhan pada bocah 10 tahun yang diduga dibakar oleh ibunya.

Olly Dondokambey jenguk Jessica Mananohas

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey akan ikut membantu biaya pengobatan Jessica Mananohas bocah asal Kabupaten Sangihe yang dibakar oleh ibunya. (TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO)

2. Sempat Minta Boneka Beruang

Jessica mendapat hadiah boneka beruang dari pengunjung, Sabtu (20/10/2018) di RSUP Kandou Malalayang.

Para pengunjung yang datang adalah dari komunitas pemerhati anak di Sulut.

Mendapat boneka beruang dari para pengunjung, Jessica pun berterima kasih.

"Makasih kakak," ucap Jessica dengan nada parau.

3.  Beberapa Kali Jalani Operasi

Nurlince Sahambangu, tante Jessica, mengungkapkan bahwa dalam sebulan keponakannya sudah menjalani operasi sebanyak 4 kali.

"Di rumah sakit Sangihe sudah 3 kali jalani operasi, dan di Manado sekali. Jadi sudah 4 kali," kata dia  ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Jumat (19/10/2018) di RSUP Kandou.

Ia menambahkan, operasi yang dijalani Jessica memakan waktu kurang lebih 2 jam.

"Operasi dilakukan untuk membersihkan semua luka bakar di badan dia. Bagian belakang sudah bersih, tinggal di depan saja," ucapnya.

Saat ini, Jessica sudah bisa berkomunikasi dengan pihak keluarga dan pengunjung yang datang menjenguk.

4, Sudah Membaik 70 Persen

Setelah menjalani berbagai operasi, kondisi kesehatan Jessica Mananohas (10), semakin membaik. 

Siswa SD di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Sangihe, itu diduga dibakar oleh OS alias Olga, ibunya sendiri, 12 September 2018.

 Menurut Nurlince Sahambangu, dari pihak keluarga, kondisi fisik Jessica sekarang sudah semakin membaik.

"Kata dokter, sudah 70 persen membaik, dan sekarang tinggal pembersihan saja," ucapnya.

 Ia mengatakan, berbagai dukungan dari masyarakat membuat Jessica kian kuat dan tabah menghadapi peristiwa ini.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan semua pihak," tegasnya.

5. Sempat Dikunjungi Gubernur

Kisah pilu Jessica Mananohas gadis asal Sangihe yang dibakar oleh ibunya turut menarik simpati Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Sekitar 15 menit Olly masuk ke ruangan ICU dan berbincang dengan para petugas dalam ruangan PICU.

"Saya turut berduka atas apa yang menimpa Jessica, dan nanti biaya pengobatannya akan ditanggung oleh pemerintah. Saya minta pihak rumah sakit untuk merawat korban dengan baik,” kata dia.

Orang nomor satu di Sulut itu juga tak menyangka jika siswi kelas 4 SD Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, itu akan mendapatkan perlakuan seperti itu.

Jessica diduga disiram dengan minyak tanah lalu dibakar oleh ibunya, 12 September 2018.

"Kondisinya sangat memprihatinkan dan saya sangat sedih melihat hal ini. Tapi, kita juga tak bisa menilai dari luar. Biar kepolisian yang menanganinya," ucapnya.

Tak hanya itu, Olly juga memberikan dukungan moril kepada pihak keluarga. “Ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan kepada sesama. Apalagi korban masih anak-anak,” ujar Olly.

6. Maafkan Perbuatan Sang Ibu

Jessica Mananohas (10) bocah asal Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dibakar ibunya menyatakan sudah memaafkan perbuatan ibunya.

Hal itu dikatakan oleh Nurlince Sahambangu salah satu keluarga dari Jessica, ketika ditemui Tribunmanado.co.id, Minggu (21/10/2018) di RSUP Kandou Malalayang.

"Jessica sudah maafkan ibunya dan dia juga semakin membaik," kata dia.

Bahkan Jessica juga sudah mulai mendoakan sang ibu.

"Dia juga sudah doakan sang ibu agar diberi pengampunan oleh Tuhan," ungkapnya.

Meski begitu pihak keluarga masih menyerahkan proses hukumnya pada pihak kepolisian.

"Kami serahkan semuanya pada polisi," tandasnya.

Jull Takaliuang dan Jessica Mananohas saat di RS Liungkendage.

 7. Ibunya sudah ditahan

Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Sudung Napitu melalui Kasat Reskrim Polres Sangihe Iptu Denny Tampenawas kepada Tribunmanado.co.id menjelaskan bahwa proses perkara penganiayaan anak ini terus berjalan.

"Untuk perkembangannya, tersangka sudah ditahan," kata Tampenawas, Jumat (19/10/2018).

Lanjut perwira dua balok itu, penangkapan itu juga dilakukan karena semua tahapan berkas sudah rampung.

"Sementara untuk berkas perkara sudah rampung dan siap ke tahap 1 (kirim berkas perkara ke Jaksa)," sambungnya.

Sementara terkait dengan korban dirujuk ke RS di Manado, dia mengatakan itu juga sudah masuk pada tindakan pihak medis.

"Anak sudah dirujuk ke Manado karena di Manado ada ahli bedah plastik, kulit," katanya.

Sebelumnya, OS alias Olga, Ibu Jessica tak ditahan polisi karena penyidik menilai secara subjektif bahwa tersangka tidak dikhawatirkan melarikan diri.

 "Tidak akan mengulangi lagi perbuatan pidana dan menghilangkan barang bukti," kata Tampenawas.

Lanjut Tampenawas, namun bila penilaian penyidik perlu dilakukan penahanan karena dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi lagi perbuatan pidana dan menghilangkan barang bukti, maka bisa ditahan.

"Konsep kami juga di samping tersangka diproses secara hukum maka tetap kita harus membangun kembali hubungan yang baik antara orangtua dan anaknya," terang Tampenawas, pada awal pekan ini

Setelah kurang lebih sebulan, Tampenawas mengatakan, saat ini masih dalam proses penanganan.

 "Sudah SPDP ke Jaksa dan sekarang tahap koordinasi untuk tahap 1," terang Kasat Tampenawas.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah