Cari

Bayi Dicari Ibunya Selama 2 Hari, Ternyata Tewas Terkunci Dalam Mobil

Posted 22-10-2018 12:23  » Team Friendonesia
Foto Caption: TKP di mana bayi terkunci dalam mobil

JAKARTA - Seorang anak berusia 3,5 tahun berinisial R ditemukan tewas di dalam mobil pada Sabtu (20/10/2018).

Korban tewas diduga setelah sehari terkunci di dalam mobil yang diparkir di area parkiran Apartemen Pluit Sea View, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim mengatakan, jenazah R ditemukan oleh sang pemilik mobil, Afandi (26), saat akan menggunakan mobilnya untuk bepergian.

Afandi terkejut ketika ia hendak meletakan tasnya di bangku tengah, ia melihat korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.

"Berdasarkan pengakuan saksi (Afandi) bahwa yang terakhir menggunakan mobilnya adalah kakak iparnya yang bernama Ruslan.Namun Ruslan sudah menyerahkan ke Afandi pada hari Jumat tanggal 19 Oktober 2018 sekitar jam 13.00," ujar Kompol Mustakim seperti dilansir kompas.com.

Ruslan tampaknya lupa mengunci pintu mobil sehingga korban yang saat itu bermain dapat membuka pintu mobil hingga masuk ke dalamnya.

"Korban main-main dan buka pintu mobil saat di dalam kepencet pintu otomatisnya saat korban mau buka mobil enggak bisa. Korban berusaha untuk membuka kaca namun tidak bisa hingga di temukan korban sudah meninggal dunia," kata Mustakim.

Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk dilakukan autopsi.

bayi tewas terkunci dalam mobil

"Tewasnya karena kepanasan akhirnya kehabisan oksigen. Anak itu masuk sendiri ke mobil lalu kepencet pintu otomatisnya. Akibatnya mobil terkunci dan korban tidak bisa keluar," ujar Kompol Mustakim saat dikonfirmasi Kompas.com, Minggu (21/10/2018).

Mustakim mengatakan, korban bukanlah anggota keluarga dari pemilik mobil.

Korban adalah anak dari salah satu warga berinisial D yang tinggal di sekitar apartemen.

"Bapaknya berinsial D. Tidak ada hubungan dengan pemilik mobil karena pemilik mobil hanya parkir di tanah kosong milik apartemen itu," ujar Mustakim.

Video penemuan R di dalam mobil diunggah oleh pengguna Facebook bernama Eris Riswandi.

Dalam video tersebut, terdengar suara tangis histeris dan orang-orang yang mengerumuni mobil tempat meninggalnya R.

Dikabarkan bocah tersebut sudah hilang 2 hari, keluarga sempat mencari bahkan lapor polisi, namun R ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Menurut informasi sementara, korban sedang main sendiri mengikuti ondel ondel, lalu anak tersebut masuk ke dalam mobil orang lain lalu terkunci dan baru dua hari kemudian dibuka.

Bayi tewas terkunci dalam mobil

Sebelum jasad bayinya ditemukan ibu korban sempat menggunggah status soal kehilangan bayinya.

Ia meminta siapa saja yang menemukan anaknya menghubunginya.

Ibu bayi yang ditemukan tewas dalam mobil terparkir sempat menggungah status mencari bayinya (facebook)

Leha orangtua R, bercerita, R menghilang pada Jumat sore sekira pukul 16.30.

Nenek R merupakan anggota keluarga terakhir yang melihat anak kelima dari enam bersaudara tersebut.

"Hari Jumat sore jam 16.30 anak saya mulai dicari, jam 16.00 itu masih dikasih makan. Nah setelah sudah makan, dia minta ganti baju sama neneknya, terus dia pergi," kata Leha kepada Kompas.com, Senin (22/10/2018).

Leha menuturkan, saat itu ia dan suaminya tidak berada di rumah karena sedang berdagang. Sementara, sang nenek mulai gelisah karena R tak kunjung kembali ke rumah.

"Karena setiap 10-15 menit itu dia biasanya balik lagi. Biasa, namanya anak kecil dia cuma pergi ke warung minta jajan, kayaknya baru kemarin dia pergi sejauh itu," ujar Leha.

Pihak keluarga dan tetangga pun langsung berupaya mencari R. Berita kehilangan R juga disebarluaskan melalui berbagai saluran media sosial.

Sejumlah teman R menyebut R terlihat tengah menonton topeng monyet di dekat rumahnya. Namun, tidak ada yang tahu keberadaan R setelah itu.

Pencarian dilakukan hingga kawasan Senen, Jakarta Pusat, karena menduga R mengikuti rombongan topeng monyet, tetapi hasilnya nihil.

Upaya laporan ke polisi pun tak membuahkan hasil.

"Katanya belum bisa melapor. Kalau melapor harus 1x24 jam, setelah 24 jam baru bisa lapor," kata Leha.

Sabtu (20/10/2018) sore, Leha mendapat informasi dari tetangganya bahwa R sudah ditemukan di dalam mobil yang terparkir sekira 200 meter dari rumah Leha.

"Saya pikir anak saya ditemukannya di mobil bak karena saya pikir anak saya diculik atau apa, ternyata di dalam mobil pribadi, mobil sedan," ujar Leha.

Leha pun tak habis pikir mengapa R bisa bermain sejauh itu. Sebab, bocah itu hanya pergi jauh bila diajak orangtua atau saudaranya yang lebih tua.

"Dia enggak pernah berani pergi jauh sendiri, paling anak saya cuma sampai depan masjid habis itu balik lagi minta uang jajan," kata dia.

Sebenarnya mengapa berada di dalam kabin mobil dalam kondisi terik matahari bisa berbahaya bagi anak-anak?

Dikutip dari Thenational.ae, dalam waktu 20 menit saja temperatur di dalam mobil yang terparkir di luar ruangan akan meningkat hingga 50 derajat Celcius.

"Keadaan ini sangat berbahaya bagi anak-anak terutama saat matahari bersinar bahkan dalam waktu satu menit. Ia akan merasakan dehidrasi, shock dan heatstroke," ucap Marwa Abdelfattah, dokter dari Brightpoint Royal Women Hospital.

Dijelaskan heatstroke dapat terjadi dalam hitungan menit, karena lonjakan drastis suhu kabin tersebut. Kondisinya, bahkan dapat lebih tinggi dari suhu luar ruangan.

Anak-anak di usia dini belum dapat mengatur temperatur tubuh sebaik orang dewasa. Akibatnya badan mereka akan berhenti bekerja saat terpapar temperatur yang tinggi yang berakibat kehilangan kesadaran atau panik bahkan kegagalan organ.

Pengalaman ini juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Dikutip dari Globalnews.ca, seorang pria 33 tahun yang mencoba berada di dalam kabin mobil di cuaca terik selama 20 menit menggambarkan dirinya tidak dapat bernafas seperti dicekik oleh seseorang.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, mengungkapkan, untuk berjaga-jaga, selalu biarkan jendela mobil terbuka sekitar dua centimeter.

Ini untuk membiarkan sirkulasi udara lancar bila kendaraan terparkir di luar ruangan dan terekspos matahari.

"Paling tepat memang berada di dalam ruangan, terlindung dari panas matahari. Tapi kalau tidak bisa, terpaksa diluar, buka sedikit jendelanya. Tambahannya kita harus selalu mengontrol dan mengawasi kondisi kendaraan satu sampai tiga jam sekali," ucap Sony yang dihubungi Minggu (21/10/2018).

Sony mengungkapkan perhatian pemilik kendara tidak hanya dilakukan saat menggunakan saja, namun juga ketika meninggalkan kendaraan, untuk parkir misalnya.

"Usahakan parkir kendaraan harus benar dan aman. Benar dalam arti tempatnya sesuai peruntukan dan aman dari kejahatan atau kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Biasakan melakukan hal-hal aman saat parkir," ucap Sony.

Sony menjabarkan hal-hal aman yang dimaksud adalah pertama, memastikan pintu terkunci untuk menjauhkan dari tangan-tangan jahil.

Terutama untuk mengamankan barang-barang yang ada di dalam kabin atau menjauhkan anak-anak seperti kasus di atas.

Kedua, jangan meletakkan kendara pada tempat yang terpapar panas sinar matahari langsung. Jika terpaksa karena tidak ada tempat parkir di dalam ruangan, pastikan ada sirkulasi udara keluar masuk dengan cara membuka sedikit kaca jendela.

"Paling tidak biarkan terbuka dua centimeter. Bisa dilakukan di keempat jendela kendara," ucap Sony.

Langkah ketiga, pastikan bagian dalam kendara mudah terlihat atau memasang kaca film tidak terlalu gelap.

Alasannya untuk memastikan kondisi di dalam mobil dapat dengan mudah terpantau bila ada seseorang di dalam mobil.

Keempat, selalu memantau kondisi kendara yang diparkir. Dari tempat kejadian perkara yang merupakan hunian, baiknya selalu memeriksa secara rutin setiap satu sampai tiga jam sekali.

"Pastikan kendaraan tetap aman dan terkontrol. Artinya tidak berdampak buruk pada sekitar, apalagi anak-anak," ucap Sony.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah