Miliki 44 Anak Kandung, Mariam Dijuluki sebagai Wanita Paling Subur

Posted 18-10-2018 11:21  » Team Friendonesia
Foto Caption: Mariam Ngantungzi (screenshot/ Kassim Kayira)

Mariam Ngantungzi asal Distrik Mukono, Uganda dijuluki sebagai wanita paling subur di negara Afrika.

Di usianya yang masih 40 tahun, ia telah melahirkan 44 anak. Julukan itu diterima dengan baik.

Selama 18 tahun terakhir, wanita itu telah melahirkan enam pasang anak kembar, empat set bayi kembar tiga, tiga set bayi kembar empat, dan beberapa kelahiran tunggal.

Dari 44 anak yang dilahirkan, terdapat 38 anak yang hidup hingga hari ini.

Mariam adalah seorang ibu tunggal. Dan meskipun sudah memiliki keluarga besar, dia berhasi memberikan makanan yang cukup untuk semua orang.

Kehidupan Mariam tidak pernah mudah. Pada usia 12, ia menikah dengan seorang pria, 28 tahun lebih tua darinya.

Pria itu kerap menyiksanya setiap kali dia melakukan sesuatu yang tidak pria itu sukai.

“Suamiku berpoligami. Dia memiliki banyak anak dari hubungan masa lalunya yang harus aku urus semua anaknya,” kata Mariam kepada koran Daily Monitor Uganda.

Nabatanzi melahirkan anak pertamanya, sepasang bayi kembar, pada tahun 1994, pada usia muda 13 tahun.

Dua tahun kemudian, ia melahirkan lagi satu set bayi kembar tiga. Dan hampir dua tahun setelah itu, ia melahirkan lagi bayi kembar empat.

Ini mungkin menjadi hal aneh bagi orang lain. Tapi tidak bagi mariam.

Ayahnya memiliki 45 anak dari beberapa wanita, dan semua terlahir kembar.

“Saya disarankan untuk terus memproduksi karena menunda ini berarti kematian," kata Mariam.

Pada usia 23, Mariam sudah memiliki 25 anak. Jadi dia pergi ke rumah sakit lagi, tetapi dia diberitahu bahwa tidak ada yang bisa dilakukan, karena jumlah telurnya masih sangat tinggi.

Kesuburan Mariam Nifestzi akhirnya berakhir pada bulan Desember 2016, setelah kelahiran bayi terakhirnya.

Sulit membayangkan seorang ibu membesarkan 38 anak sendirian, tetapi Mariam berhasil melakukannya tanpa kehadiran suami.

Bahkan anak-anaknya pun tak mengenal wujud ayah mereka.

Untuk mengurus keluarganya, Mariam Nabatanzi melakukan beragam pekerjaan. Itu semua dilakukannya untuk menghidupi anak-anaknya.

“Saya membeli 10kg tepung jagung sehari, empat kilogram gula sehari dan tiga batang sabun," serunya.

Dan dalam sehari, dirinya bisa mengeluarkan sekurangnya 100, 000 untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Tuhan baik padaku karena mereka tidak pernah pergi sehari tanpa makan, ”kata Mariam.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI