Cari

Mendekam di Penjara Ratna Sarumpaet Diet dan Pendiam, Ia Pun Merindukan Tampil di Televisi

Posted 17-10-2018 12:15  » Team Friendonesia
Foto Caption: Aktivis Ratna Sarumpaet (kanan) tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan di Jakarta, Kamis (4/10/2018). Pelaku penyebaran berita bohong atau hoax itu ditangkap oleh pihak kepolisian di Bandara Soekarno Hatta saat akan pergi keluar negeri.(ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY)

JAKARTA - Kasus kebohongan penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet sampai mukanya lebam terus menggelinding dan menjadi konsumsi politik belakangan ini.

Penyidik pun sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi sejak Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka dan tahanan dalam kasus hoaks.

Nanik S Deyang menambah daftar tim sukses Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diperiksa dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet. 

Setelah Said Iqbal, Amien Rais, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Metro Jaya memeriksa Nanik S Deyang sejak Senin (15/10/2018) pukul 13.00 WIB sampai Selasa (16/10/2018) dini hari. 

Siang ini, penyidik juga memeriksa Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak. Semua mereka yang tersebut berstatus sebagai saksi. 

Selain orang-orang tadi, penyidik juga sudah memeriksa beberapa saksi dalam kasus Ratna Sarumpaet di antaranya pihak Rumah Sakit Bina Estetika Menteng, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jakarta Asiantoro.

Lantas bagaimana kabar Ratna Sarumpaet setelah seminggu mendekam di tahanan Polda Metro Jaya? Rupanya ada perubahan mencolok yang dialami aktivis kemanusiaan itu. Seminggu di tahanan, kondisi Ratna Sarumpaet dikabarkan baik namun ada perubahan.

Lebih banyak diam

Kondisi Ratna Sarumpaet sementara ini sehat dan baik-baik saja.

Hal itu disampaikan oleh Insank Nasrudin, kuasa hukum Ratna Sarumpaet saat dihubungi tim Grid.ID pada Senin (15/10/2018).

Ibunda artis peran Atiqah Hasiholan itu mengkonsumsi buah-buahan, selain makanan yang disediakan oleh rutan.

Tapi tidak secara psikis. Di dalam tahanan Ratna Sarumpaet lebih banyak terdiam.

"Secara umum sih saya melihat, But Ratna sekarang lebih banyak diam," ucap Insank Nasrudin.

Insank Nasrudin mengklaim tidak ada ada keluhan yang disampaikan kepadanya. Keluarga pun tak lelah memberikan dukungan kepada Ratna Sarumpaet.

Insank Nasrudin memastikan Fathom Saulina tidak jarang menjenguk ibunya, Ratna Sarumpaet.

"Anaknya kan hampir setiap hari jenguk itu," tambah Insank Nasrudin.

Selain itu, Atiqah Hasiholan pun akhirnya datang menjenguk kondisi sang bunda.

"Sudah, sudah, sudah jenguk. Sekitar seminggu setelah penahanan," beber dia.

Ratna Sarumpaet diduga melanggar pasal 14 undang-undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana di situ dan juga dengan undang-undang ite pasal 28 kita juncto pasal 45 dengan ancaman 10 tahun penjara. 

Ogah makanan penjara

Direktur Perawatan Tahanan dan Barang Bukti Polda Metro JayaAKBP Barnabas mengatakan aktivis Ratna Sarumpaet sedang menjalani program diet.

Oleh sebab itu ia tak memakan makanan yang diberikan di dalam Rutan Polda Metro Jaya.

"Beliau memang dikirimi makanan oleh keluarga, diet, khusus untuk beliau. Karena beliau kan diet. Kalau rutan itu nasi putih, kalau beliau nasi merah," ungkap Barnabas saat dikonfirmasi pada Kamis (11/10/2018).

Orang yang membawakan makanan untuk Ratna Sarumpaet tak lain pembantu rumah tangga beserta stafnya.

Setiap hari mereka selalu rutin mengirimkan makanan untuk Ratna Sarumpaet. "Dikirim oleh pembantunya," ucapnya.

Barnabas juga rutin mengecek makanan yang dibawa pihak keluarga.

"Setiap harinya yang saya lihat ada nasi merah, daging yang tidak minyak-minyak itu, sayur sawi, buah apel sama minuman infused water," tutur Barnabas.

Barnabas memastikan kondisi Ratna Sarumpaet sehat-sehat saja.

Tak jadi tahanan kota

Ratna Sarumpaet melalui kuasa hukumnya sempat mengajukan sebagai tahanan kota karena faktor usia dan lainnya.

Namun, polisi tidak mengabulkan permohonan tersangka penyebaran berita bohong itu.

"Permohonan sudah diterima penyidik dan kemudian dianalisa dan evaluasi. Permohonan tersebut belum dapat dikabulkan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Argo mengatakan penyidik masih memerlukan Ratna Sarumpaet untuk proses penyidikan.

"Dengan alasan masih dalam proses sidik. Sebagai contoh, kemarin masih perlu pemeriksaan tambahan karena kami mendapatkan pemeriksaan saksi, kami kroscek. Jadi ada pemeriksaan-pemeriksaan tambahan itu kami lakukan, jadi belum bisa dikabulkan," kata dia.

Upaya Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota dilakukan kuasa hukumnya, Insank Nasrudin yang menyambangi Polda Metro Jayapada Kamis (8/10/2018) siang.

Ia membawa surat permohonan penahanan kota serta surat jaminan keluarga untuk diserahkan kepada penyidik.

Dalam surat jaminan tersebut, keluarga memastikan bahawa Ratna tidak akan melarikan diri, tidak akan mengulangi perbuatan, tidak akan menghilangkan berang bukti, serta akan mempermudah proses penyidikan polisi meski menjalani proses hukum di luar rumah tahanan.

Kangen Tampil di Televisi

Sejatinya Ratna Sarumpaet ingin langsung membacakan surat permintaan maafnya saat ILC yang dipandu Karni Ilyas membincang kasus Ratna Sarumpaet pada Selasa (9/10/2018) malam.

Lantaran berada di tahanan, Ratna Sarumpaet pun menulis surat yang kemudian dibacakan Desmihardi.

Sebelum membacakan surat, Desmihardi sempat ditanyakan Karni Ilyas soal kondisi kliennya itu.

Karni Ilyas sempat bercanda, seharusnya setelah operasi plastik menjadi lebih kinclong ya.

Ia juga bertanya soal luka lebam di wajah Ratna Sarumpaet.

"Sudah pulih bengkak-bengkaknya. Seperti biasa yang tampil di ILC juga," ucap Desmihardi.

Lewat pengacaranya itu, Ratna Sarumpaet mengaku bagian dari ILC karena beberapa kali menjadi narasumber. Ratna Sarumpaetmengaku sangat merindukan tampil lagi di ILC.

Begini surat Ratna Sarumpaet.

"Pada masyarakat pada semua pihak, terutama pada para penegak hukum.

Akulah satu-satunya yang bersalah atas kasus hoaks yang sekarang mejadi pemicu kekacauan di negeri ini.

Akulah yang berbohong dan akulah yang satu-satunya bertanggungjawab.

Karena ketika kebohonganku direspon oleh jumpa pers atau Twitter, respon itu berasal utuh dari kebohonganku.

Untuk itu aku mohon agar kasus ini benar-benar difokuskan pada diriku tidak dikaitkan dengan siapapun dan tidak dipolitisasi.

Dari hati yang terdalam aku mohon maaf kepada semua rakyat Indonesia.

Rutan Polda Metro Jaya, 9 Oktober 2018.

Tertanda Ratna Sarumpaet"(*)

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah