Cari
 TechIndo
 Diposting 12-10-2018 15:52

Banyak Data User Bocor, Layanan Google Plus Akhirnya Ditutup

Foto Caption: Perusahaan raksasa Internet Google tutup layanan Google+ Terkait Kebocoran Data Pelanggan

JAKARTA - Perusahaan raksasa internet Google, akhirnya memutuskan untuk menutup dan mengakhiri layanan Google+ (Google Plus). Kebijakan para petinggi Google ini resmi diumumkan Senin (8/10/2018) kemarin waktu setempat. Hal ini merespon pertanyaan-pertanyaan seputar kasus kebocoran data para pengguna aplikasi media sosial Facebook yang menyeret perusahaan Google yang harus bertanggung jawab terhadap kebocoran data 500.000 pelanggannya.

Sejak diumumkan secara resmi pada Maret 2018, Google tidak pernah secara detail menjelaskan, data-data apa saja yang telah mengalami kebocoran data terkait keamanan privasi data pengguna Google+. Hal ini juga berdampak terhadap 438 aplikasi lainya yang terhubung dan memanfaatkan layanan Google+.

Kebocoran data-data pengguna Google bisa saja tekait data pribadi di layanan Google mulai dari nama lengkap, jenis kelamin, email pengguna, document-document Google Drive, telepon number, Google Account atau data-data post pada Google+ Circles.

Pada awal diluncurkan layanan Google+ diharapkan mampu bersaing melawan aplikasi sosmed lainnya yang menawarkan layanan yang sama semacam Facebook dan Twitter. Optimis bermodalkan besarnya pengguna layanan Google, Google+ justru gagal memenuhi ekspektasi para pengembang dan pengguna setianya. Google+ dianggap membosankan dan rentan dengan SPAM, yang membuat para pengguna perlahan meninggalkan layanan ini.

Saking sepinya, Google+ dianalogikan seperti lokasi pemakaman atau kuburan umum.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah