Cari

Keluarga Gusdur Dukung Jokowi, Fadli Zon: Pendukung Gus Dur Juga Ada yang Dukung Pak Prabowo

Posted 27-09-2018 18:45  » Team Friendonesia
Foto Caption: Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak mempermasalahkan sikap keluarga Presiden keempat Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Ya, enggak ada masalah, kan setiap orang kan berhak menentukan pilihan. Kita enggak ada masalah. Saya kira tentu ini kan demokrasi," kata Fadli kepada Kompas.com, Rabu (26/9/2018).

Fadli mengatakan, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga mendapat dukungan dari para tokoh Nahdlatul Ulama dan pimpinan pondok pesantren.

"Pendukung Gus Dur juga ada yang dukung Pak Prabowo," tambah Fadli.

Namun, saat ditanya siapa pendukung Gus Dur yang dimaksud, Fadli mengaku tidak tahu.

"Belum tau sih. Tapi ada lah," ujarnya.

Fadli meyakini dukungan keluarga Gus Dur ini tak akan terlalu berpengaruh dan mendongkrak suara NU untuk Jokowi-Ma'ruf.

Sebab, setiap warga NU mempunyai pilihannya masing-masing di Pilpres nanti.

"Saya kira sih tentu darimana pun dukungan namanya one man one vote. Apalagi di NU sendiri bukan organisasi, tapi kembali ke orang-orangnya. Sangat tergantung nanti, kan mereka lebih independen, otonom dan sebagainya," kata Fadli.

Sebelumnya, Keluarga Gus Dur menyatakan dukungan politiknya kepada pasangan nomor urut 01 Jokowi Widodo-Ma'ruf Amin,

Deklarasi dukungan dibacakan putri kedua Gus Dur, Yenny Wahid, di Rumah Pergerakan Politik Gus Dur, Jalan Kalibata Timur I No 12, Kalibata, Jakarta Selatan.

"Dengan mengucap bismillahirahmanirohim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 01. Bismilah Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ujar Yenny, Rabu (26/9/2018) sore.

Yenny memastikan bahwa dukungan tersebut merupakan sikap politik dari keluarga Gus Dur.

Kendati demikian, ia menegaskan bahwa ibunya, Sinta Nuriyah Wahid, akan bersikap netral pada Pilpres 2019.

Menurut Yenny, saat ini Indonesia membutuhkan sosok pemimpin seperti Gus Dur.

Pemimpin yang dapat memahami bahwa seluruh warga negara harus dipenuhi hak dasar dan kebutuhannya tanpa membeda-bedakan.

"Pemimpin yang sederhana cara berpikirnya, bahwa bangsa ini harus dipenuhi hak dan kebutuhan dasarnya untuk hidup sejahtera," ujar Yenny.

"Sosok seperti Gus Dur dan Gandhi adalah sosok pemimpin yang kita butuhkan," ucapnya. Yenny menilai, pemimpin yang dipilih dapat menghadirkan keadilan sosial bagi kelompok masyarakat yang selama ini tidak diperhatikan.

Selain itu, Jokowi dinilai dapat menghadirkan layanan pendidikan, kesehatan maupun akses konektivitas bagi mereka yang dulunya tak terjamah.

Yenny mengatakan, kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang susah, karena itu pemimpin yang dibutuhkan adalah orang yang mau ikut gerak, tidak berjarak dan tidak canggung dengan masyarakat.

"Dua-duanya berpikir dan bertindak sederhana, namun kaya dalam karya," kata Yenny.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah