Cari

Heboh Dekan FE Usul Masuk UGM lewat Jalur Hafalan dan Seni Baca Kitab Suci

Posted 06-11-2017 00:56  » Team Friendonesia
Foto Caption: Dekan FEB UGM Eko Suwardi

Beredar sebuah foto surat usulan jalur penerimaan mahasiswa baru di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menimbulkan prokontra.

Dari kop surat, tampak bahwa usulan tersebut dikeluarkan oleh Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM.

Dalam surat tersebut, tertulis bahwa FEB UGM bersedia menerima mahasiswa jalur seleksi bibit unggul dalam dua bidang.

Tak hanya, itu, FEB juga bersedia menjadi tim penguji dalam penerimaan mahasiswa baru melalui jalur tersebut.

Surat tertanggal 26 Oktober 2017 ini pun ditandatangani oleh Dekan FEB, Eko Suwardi.

Belum diketahui siapa yang menyebarkan pertama kali surat edaran tersebut.

Namun, surat ini sempat diunggah oleh pemilik akun Facebook bernama Hartoyo.

Foto tersebut diunggah pada Jumat (3/11/2017).

Tak hanya itu, salah seorang budayawan Indonesia, Goenawan Mohamad, juga mengunggah foto tersebut.

Ia mengunggahnya di akun Twitter, @gm_gm.

Hal ini pun sempat menjadi kontroversi publik.

Ada pihak prokontra dengan usulan yang diajukan tersebut.

Akun Facebook Evi 'tambi' Nurleni menulis, "Kalo yg dimaksud kitab suci semua agama boleh... Tapi kalo kitab suci yg dimaksud hanya Alquran... Nanti dulu deh. Agama lain selain Islam pasti nggak lulus....#menolak...."

Selain itu, akun Bunga Ramadani berkomentar, "Dagelan macam apa ini. Saya bakalan lebih respek kalau kampus ngasih kebijakan afirmasi positif untuk mahasiswa yang berasal dari penganut kepercayaan lokal, Ahmadiyah, Syiah, atau mahasiswa yang LGBT, atau mahasiswa yang menyandang penyakit autoimun kronis dan disabilitas tidak terlihat, atau mahasiswa yang survivor kanker."

Kemudian, akun Priyo suwito berkomentar, "Yang berlatar belakang abangan (dari namanya) aja bisa begini primordialistik keberpihakannya, apalagi yg dah pake nama Arab."

Namun, ada beberapa pihak juga yang menyambut usulan tersebut secara positif.

Akun @safridoda bercuit, "Hanya kalian yg meributkan orang beragama islam masuk kuliah UGM salahnya dimana hafiz quran kuliah disana?"

"Kalo benar, Alhamdulillah. Semangatin adik2ku buat hafal," tulis akun @inrabism.

"Sy kira hal ini sah sj dilakukan UGM, sama seperti halnya penerimaan dgn melihat prestasi non akademik lainnya. Toh tidak semuanya," komentar akun @DanangBahri.

Berkenaan dengan hal ini, pihak UGM pun akhirnya memberikan klarifikasi.

Klarifikasi tersebut dibagikan oleh salah seorang dosen UGM, Agus Wahyudi.

Dalam klarifikasi tersebut, tertulis bahwa UGM terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari kalangan mana pun.

Terkait dengan surat usulan yang dikeluarkan oleh dekan FEB bernomor 5447/UN1/EB/KL/2017 perihal usulan jalur penerimaan mahasiswa baru, UGM tidak mengakomodasi usulan tersebut.

Klarifikasi Humas UGM ini dibagikan medsos   

*Pres Release*
Sebagai universitas nasional, UGM terbuka bagi siapa pun anak bangsa yang berprestasi dan berasal dari berbagai kalangan maupun latar belakang. Dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi, UGM selalu berlandaskan Pancasila, UUD NRI 1945, dan kebudayaan Indonesia. Landasan inilah yang melatarbelakangi proses penerimaan mahasiswa baru UGM.

Terkait surat dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM nomor 5447/UN1/EB/KL/2017 perihal usulan jalur penerimaan mahasiswa baru di UGM dengan ini disampaikan bahwa Pimpinan UGM telah memutuskan untuk tidak mengakomodasi usulan tersebut.

Demikian informasi ini disampaikan semoga menjadi perhatian.

Humas
Universitas Gadjah Mada

Selain itu, humas FEB UGM melalui akun Twitter resminya pun meminta maaf.

Dalam cuitannya, ia mengatakan bahwa tidak seharusnya surat tersebut beredar ke publik.

Pasalnya, surat tersebut merupakan surat internal usulan dari fakultas ke wakil rektor.

Dikutip dari Tribunnews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah