Gadis 18 Tahun Dipaksa Orangtua Jalani Tes Keperawanan setelah Ketahuan Berpacaran

Posted 20-09-2018 18:36  » Team Friendonesia
Foto Caption: Sophia Sarafaei (18) melaporkan kedua orangtuanya atas tindakan kekerasan dan mengancam akan membunuh serta memaksanya melakukan tes keperawanan.

Pasangan suami istri asal Iran dituduh memaksa putri mereka yang berusia 18 tahun untuk menjalani tes keperawanan setelah mengetahui bahwa dia telah memiliki kekasih.

Mitra Eidiani (42) dan suaminya Ali Safaraei (56) yang tinggal di Wandsworth, terkejut saat mengetahui bahwa putri mereka, Sophia Sarafaei, telah berpacaran dengan seorang pria, Bailey Marshall-Telfer sejak Januari lalu.

Mereka juga mengetahui jika putri mereka kerap bertemu dengan kekasihnya secara diam-diam saat mereka tengah tidak berada di rumah.

Namun beberapa waktu lalu, Eidiani memergoki barang-barang milik Bailey di rumahnya yang diakui putrinya, Sophia sebagai milik kekasihnya.

Eidiani dan Sarafaei kemudian mendatangi Bailey di tempat kerjanya, sebuah toko alat olahraga dan mengancamnya agar tidak bertemu lagi dengan putrinya.

Kedua orangtua Sophia juga disebut memaksa agar putrinya menjalani tes keperawanan di klinik.

Sejak hubungannya dengan Bailey ketahuan, Sophia mengaku kedua orangtuanya terus marah dan menekan, serta mengancamnya.

Tindakan Eidiani dan Sarafaei yang dianggap sudah mulai mengancam keselamatan dirinya dan kekasihnya membuat Sophia mau tak mau melaporkan kedua orangtuanya itu ke polisi pada 18 Mei lalu.

Dalam persidangan yang dilangsukan beberapa waktu lalu, Jaksa Penuntut David Povall bertanya kepada Bailey apa saja yang telah dilakukan kedua orangtua Sophia terhadapnya setelah hubungan mereka berdua terungkap.

Bailey pun mengatakan di hadapan juri persidangan bahwa Eidiani dan Sarafaei telah mendatanginya dan memberi peringatan serta ancaman.

"Saya hanya mengiyakan dan mengaku kesalahan serta meminta maaf. Tetapi dia tidak menerima permintaan maaf itu," kata Bailey di persidangan.

"Dia terus bertanya apa saja yang telah terjadi antara saya dengan putrinya dan saya mengatakan semua yang terjadi."

"Dia mengatakan akan terus datang dan pada saat yang tepat dia akan membunuh saya," tambah Bailey.

Bailey juga mendapat pesan dari Sophia yang mengatakan dirinya diminta kedua orangtuanya menjalani tes keperawanan.

Sophia bahkan telah sempat mendatangi dokter bersama kedua orangtuanya untuk tes keperawanan, namun dokter menolak melakukannya.

Setelahnya, Sophia mendapat kekerasan dari kedua orangtuanya bahkan sempat mengancam dengan pisau dapur dan gunting. Eidiani bahkan dituduh sempat menggigit lengan putrinya.

Atas perbuatannya, Eidiani dan Sarafaei dituduh telah melakukan perilaku memaksa, serta membuat ancaman akan membunuh. Kedua tuduhan itu dibantah pasangan suami istri itu.

Eidiani juga menyangkal tuduhan melakukan serangan yang menyebabkan luka fisik yang nyata.

Dia hanya mengaku telah melakukan tindakan pengrusakan terhadap barang milik Bailey yang tertinggal di rumahnya.

Proses persidangan untuk kasus ancaman orangtua kepada anaknya ini masih berjalan. Demikian dilansir dari Metro.co.uk.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI