Cari

Saat Diangkat Jadi Dirut Bulog, Presiden Jokowi Sebut Buwas Sosok yang Tegas dan Jujur

Posted 20-09-2018 13:27  » Team Friendonesia
Foto Caption: Presiden Jokowi, Budi Waseso, Enggartiasto Lukita

Buwas pun mengaku bingung dengan pihak yang menyatakan bahwa persoalan gudang ini bukan urusan pemerintah.

Dia tampak kesal bahkan sempat mengeluarkan makian khas jawa.

“Saya bingung ini berpikir negara atau bukan. Coba kita berkoordinasi dan samakan pendapat jika keluhkan fakta gudang. Saya bahkan menyewa gudang itu kan cost-nya nambah. Kita kan sama-sama (urusan) negara," ujar Buwas saat konferensi pers di Kantor Bulog Pusat Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Melansir Kompas.com, lebih lanjut Buwas menyebutkan, harusnya antara Bulog dan Kementerian terkait harus bisa saling kerja sama soal urusan negara.

“Kita kan aparatur negara jangan saling tuding-tudingan, jangan saling lempar-lemparan karena itu pemikiran yang tidak bersinergi,” tutur Buwas.

Saat ini cadangan beras Bulog sendiri mencapai 2,4 juta ton.

Untuk menyimpan cadangan beras ini, Bulog mesti menggelontorkan dana lebih untuk menyewa gudang.

Sebagai informasi saja, sebelumnya Menteri PerdaganganEnggartiasto Lukita menyatakan bahwa penuhnya gudang Perum Bulog lantaran banyaknya beras impor bukanlah urusan Kementerian Perdagangan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sempat mengatakan bahwa penuhnya gudang Perum Bulog lantaran banyaknya beras impor bukan lah urusan Kementerian Perdagangan.

Enggar mengaku tak bermaksud meremehkan atau menyinggung pihak Bulog sebagai pemilik gudang.

Enggar menjelaskan soal pengelolaan gudang Bulog sepenuhnya adalah tanggung jawab manajemen.

Pihak Kemendag tak bisa melakukan intervensi.

Ia menyebut, sebenarnya kapasitas gudang Bulog mencapai 4 juta ton beras.

"Sebagian itu dari (total kapasitas ) gudang itu di komersialkan (disewakan). Bagaimana kebutuhannya (pengelolan gudang) Itu urusan korporasi, ada bagiannya," katanya.

Justru kalau dirinya selaku Menteri Perdagangan melakukan intervensi terhadap pengelolan gudang Bulog, Enggar bisa dianggap menyalahi wewenang secara administrasi.

"Itu urusan korporasi. Itu urusan korporasi. Kalau itu (sewa) mahal, ya apa urusan saya?" katnya.

Saat ini Perum Bulog tengah menyewa beberapa gudang demi menyimpan cadangan beras miliknya.

Sementara itu, pasokan Bulog saat ini berjumlah 2,4 juta ton.

Untuk menyimpan beras, Bulog mesti menggelontorkan Rp 45 miliar untuk menyewa gudang tambahan di beberapa daerah agar beras yang diimpor bisa disimpan.

Presiden Jokowi: Bulog Harus Dipimpin Sosok yang Tegas dan Jujur

Sebelumnya, saat pengangkatan Buwas sebagai Direktur Utama Bulog, Presiden menyatakan sosok tegas dan jujur ada pada diri Budi Waseso untuk memimpin Bulog.

Mantan Kepala BNN Budi Waseso telah ditunjuk Kementerian BUMN menggantikan Dirut Bulog sebelumnya Djarot Kusumayakti.

Budi Waseso diangkat menjadi Dirut Bulog berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor: SK-115/MBU/04/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaam Umum (Perum) BULOG.

Pengangkatan Buwas saat itu dalam pengakuannya tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak BUMN.

"Saya baru tau tadi nih datang ke sini terima SK ini," ujar Buwassaat itu yang dilansir Tribunnews.com.

Pada masa awal kepemimpinannya, Buwas kala itu mengaku akan melakukan pendalaman terlebih dulu mengenai tugas poko dariBulog.

"Ya saya perlu mendalami itu semua, mempelajari, saya harus tau juga tugas pokok dari Bulog," tutur Buwas.

Namun Buwas memastikan ia telah mendapatkan tugas menjaga stabilitas beras dan kebutuhan pangan lainnya agar tetap aman apa lagi selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Lebaran.

"Tugas-tugasnya tentunya masalah pangan khususnya beras, nah yang paling penting adalah menjelang puasa dan lebaran. Sehingga dalam menyambut hari besar puasa ini dan lebaran itu semua ketersediaan terjamin," kata Buwas.

Sementara itu, tidak hanya Buwas, Rini Soemarno juga mengangkat Teten Masduki menjadi Ketua Dewan PengawasBulog, menggantikan Sudar Sastro Atmojo.

Keputusan tersebut tertuang dalam dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-116/MBU/04/2018.

Keduanya telah melakukan komunikasi dengan pemimpin lamaBulog untuk segera memastikan stok pangan terlebih bulan depan sudah memasuki Bulan Ramadhan yang biasanya permintaan masyarakat meningkat.

Rustam Ibrahim

Menanggapi hal itu, Rustam Ibrahim memberikan apresiasi dan mempertanyakan akan sikap mafia yang selama ini kerap mempermainkan harga kebutuhan pokok terlebih menjelang lebaran.

"Dengan Budi Waseso sebagai Direktur Utama dan Teten Masduki sebagai Ketua Dewan Pengawas Bulog, kita akan lihat apakah mafia2 pangan masih berani mempermainkan harga kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran"

Ada beberapa jenis kebutuhan pokok pangan yang biasanya naik menjelang puasa dan lebaran. Budi Waseso harus memastikan tidak akan terjadi kenaikan kebutuhan pokok tersebut, terutama telur dan daging ayam, daging sapi, dan tentu saja beras,"tulisnya.

Netizen yang melihat cuitan tersebut lantas meninggalkan komentar:

@lanangsuper2: Speechless lah sama keputusan yg satu ini,cuma bisa bilang "luar biasah!"

@sahara_oke: Teten kredibilitasnya bagus. Seorang sosialis jangan tanggung2 membela rakyat.

@JendolPurwanto: Kayakx bakal mati nih kutu beras ygmerusak kualitas jg harga berasx..?g bkl lg main2 soal beras klo pak buwas ada d situ.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah