Cari

Video Mesum Guru SD di Jambi Selingkuh di Kelas yang Direkam Siswanya

Posted 06-11-2017 00:19  » Team Friendonesia
Foto Caption: Ilustrasi wanita selingkuhan

Rekaman video yang menunjukkan dua guru berduaan dan melakukan tindakan asusila di ruangan kelas menjamur di media sosial.

Seperti video yang baru-baru ini beredar.

Di awal video terdengar suara bocah perempuan berbicara kepada temannya.

Mereka kemudian berjalan ke arah satu ruang kelas di SDN 137/V Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi.

Dari luar kelas, tepat di depan pintu, kamera itu merekam aksi dua guru yang terlewat mesra.

Video tersebut tidak tampak begitu jelas karena terhalangi ranting pohon yang kecil.

Namun bisa terlihat gerakan kepala yang saling berdekatan dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @sekitar_jambi, Jumat (13/11/2017) itu.

Informasi yang tertulis pada akun tersebut menyebutkan bahwa siswa SMP Satu Atap-lah yang merekam kejadian itu.

Namun, melansir portal berita daerah Seru Jambi, Jumat (3/11/2017), kedua guru PNS itu tidak sadar saat direkam oleh muridnya sendiri.

Sebenarnya pria berinisial R dan wanita berinisal D tersebut sama-sama sudah memiliki keluarga.

Ketua Komite SDN 137/V Desa Delima, Majid, mengonfirmasi kebenaran dari kejadian tersebut.

“Kedua guru tersebut sudah mengakuinya dan juga sudah minta maaf.”

“Tampaknya sudah damai. Tetapi secara adat kan belum. Antara mereka dan masyarakat kan belum,” kata Majid.

Sementara itu, Wakil Kepala SDN 137/V, Suyadi mengungkapkan kejadian tersebut perlu diselesaikan dengan aturan dinas dan sekolah.

“Kami sudah memproses masalahnya. Bahkan sudah sampai ke UPTD kabupaten.”

“Bahkan prosesnya sudah sampai di Dinas Pendidikan,” jelas Suyadi.

Suyadi menceritakan tindakan tidak senonoh itu bukan kali pertamanya dilakukan R dan D.

“Ini yang kedua kalinya ketahuan. Sebelumnya juga pernah.”

“Tapi kali ini ada bukti kuat dan bakal ada tindakan tegas,” papar Suyadi.

Akibat kasus tersebut, warga Desa Delima sepakat untuk mengusir R dan D.

“Jika masalah ini sudah diselesaikn secara adat, mereka harus angkat kaki dari desa kami,” kata Makmur Mente, seorang warga Desa Delima.

Dikutip dari Tribunnews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah