Cari

Polisi Tolong Pengendara Berbonceng Tiga, Ternyata Ada Mayat yang Dibonceng

Posted 27-07-2018 13:51  » Team Friendonesia
Foto Caption: Satuan Polisi Lalulintas Polres Tanjung Jabung Timur menghentikan pengendara motor bonceng tiga, Senin (23/7/2018). Satu dari tiga pengendara ternyata mayat. Polisi kemudian membantu mengantar hingga rumah duka. (Instagram/Tribun Jambi)

Sebuah video beredar luas di jagat maya. Sontak menjadi viral, lantaran isi narasi dari video tersebut.

Pada video itu tampak anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi menghentikan pengendara sepeda.

Satlantas menghentikan pengendara tersebut karena berbonceng tiga, dan tentunya menyalahi aturan tata tertib lalu lintas.

Namun tak disangka, satu dari tiga orang di atas sepeda motor itu, adalah mayat. Inilah yang menjadi sorotan sekaligus perbincangan warga internet.

Saat itu, H Madek diketahui hendak diantar pulang oleh keluarganya setelah menghadiri pernikahan keponakannya di Simpang Kiri desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendahara Ulu.

Sudah tiga pekan, H Madek tinggal di daerah itu.

Pesan Almarhum Sebelum Meninggal: Minta Diantar Pulang

Camat Mendahara Ulu Sarjuna Saat dikonfirmasi Tribunjambi.com, pada Selasa (24/7) menyebutkan, Almarhum merupakan warga Kampung Laut yang datang ke Desa Pematang Rahim dalam mengahadiri pernikahan keponakannya.

"Kurang lebih almarhum itu sudah tiga minggu di Simpang Kiri, sampailah kemarin minta diantar pulang ke rumahnya. Diantarlah sama keponakanya yang bernama Syarifuddin dibonceng menggunakan sepeda motor dan dibelakangnya diringi keluarganya yang lain juga pakai sepeda motor," kata Sarjuna.

Lanjut Sarjuna, Setelah melewati Simpang Garuda Kecamatan Sabak Barat, Almarhum H Madek terasa mau kencing, lalu keponakannya berhenti di rumah warga yang ada dipinggir jalan untuk menumpang buang air kecil.

"Setelah buang air kecil, ternyata kondisi H Madek lemas. Sehingga keluarga yang mengantarnya pulang memutuskan untuk membonceng tiga H Madek dengan posisi almarhum diapit di tengah-tengah," ujar Camat.

Setelah 15 menit melanjutkan perjalanan ternyata H Madek mengembuskan napas terakhirnya di atas sepeda motor.

"Jadi dua orang ponakan yang mengantarkan ini panik, sehingga memutuskan untuk balik ke Simpang Kiri. Dalam perjalanan ke Simpang Kiri, tiba di Portal Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai, motor yang digunakan itu rusak, karena pandelnya putus.Tambah paniklah keponakannya ini. Tak lama kemudian mobil patwal polisi lewat, lalu dua orang anak tersebut minta tolong diantarkan jenazah H Madek ke Simpang Kiri, Alhamdulillah dibantu oleh polisi sampai ke rumah duka," jelas Camat.

Selain itu, Sarjuna menyebutkan, Alamrhum dikebumikan di Tpu simpang To'o desa Pematang Rahim, Kecematan Mendahara Ulu pada senin (23/7).

"Kami juga bersama stap kecamatan berkesempatan menghadiri prosesi pemakaman Almarhum kemarin," tambah Sarjuna.

Saat ditanya riwayat penyakit almarhum, Sarjuna menyebutkan pihaknya tidak mengetahui pasti, namun almarhum diketahui sedang sakit.

"Yang jelas ceritanya seperti itu, saya juga sudah lapor secara lisan kepada Wakil Bupati," punggkas Sarjuna.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah