Cari
 Dokter OL
 Diposting 16-07-2018 17:22

Penyebab dan Cara Mengatasi Gigi Kuning

Senyuman akan terlihat lebih cantik bila gigi yang Anda miliki tampak segar dan bersih. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa seiring waktu gigi manusia mengalami perubahan warna. Apa pasal?

Menurut National Library of Medicine di Amerika Serikat, selain putih atau putih kekuningan seperti gading, dianggap tidak normal.

Penyebab perubahan warna gigi terjadi karena dua faktor, ekstrinsik dan intrinsik. Selain itu, juga bisa dikarenakan ragam faktor kesehatan, mulai dari usia, kelainan gigi, dan penyakit yang berkelanjutan.

Noda ekstrinsik

Noda ini mempengaruhi perubahan pada permukaan enamel yang merupakan lapisan keras pada gigi berada di bagian luar. Meskipun email gigi dapat dengan mudah diwarnai, tetapi noda pada enamel bisa dihilangkan atau dikoreksi.

“Gaya hidup menjadi faktor utama yang menyebabkan gigi menguning,” ujar Dr Justin Phillip dari Phillip Dentistry di Chandler, Arizona, Amerika Serikat.

“Merokok, minum kopi, teh, dan mengunyah tembakau adalah kebiasaan yang mengakibatkan keburukan pada gigi,” imbuhnya.

Tar dan nikotin dalam tembakau pada rokok merupakan tambahan kimiawi yang meninggalkan noda kuning di permukaan gigi. Oleh karena itulah, orang-orang yang terbiasa merokok memiliki warna gigi yang kurang segar.

Sebenarnya, teori praktis mengenai penyebab gigi berubah warna adalah apapun yang bisa menodai pakaian Anda, maka juga bisa menodai gigi Anda. Beberapa di antaranya adalah anggur merah, coca cola, cokelat, dan saus berwarna hitam, seperti kecap, saus sambal, dan kari.

Buah-buahan berwarna seperti anggur, ceri, delima, bit, dan blueberry, juga berpotensi membuat gigi Anda tampak kotor.

Singkatnya, jenis makanan dan minuman yang tinggi kromogen (penghasil pigmen yang lekat pada enamel gigi) meningkatkan risiko gigi menguning. 

Senyawa pahit yang ditemukan dalam anggur dan teh, tannin, juga memicu kromogen menempel pada gigi.

Namun, ada kabar baik untuk Anda penggemar minuman teh. Sebuah studi pada tahun 2014 yang diterbitkan dalam International Journal of Dental Hygiene mengungkapkan bahwa menambahkan susu pada teh bisa mencegah gigi menguning. Sebab, protein dalam susu dapat mengikat tannin. 

Mayo Clinic merilis uraian mengenai pencegahan gigi menguning dan cara menghilangkan noda-noda pada gigi.

Kajian tersebut menjabarkan bahwa tidak cukup hanya dengan menggosok gigi dan melakukan flossing. Anda tetap harus mendapatkan perawatan menyeluruh dari dokter gigi secara teratur. Selain itu, perawatan langsung ini juga mencegah terjadi pemadatan zat penghasil noda pada gigi dan mengurangi penumpukan plak yang mengakibatkan perubahan warna. 

Noda intrinsik

Noda intrinsik adalah pemicu perubahan warna gigi yang terjadi pada struktur dalam gigi yang disebut dentin.

Banyak obat dapat menyebabkan noda intrinsik pada gigi. Salah satunya adalah anak-anak yang mengonsumsi antibiotik dengan kandungan tetracycline atau doxycycline saat gigi mereka masih proses tumbuh--sebelum usia delapan tahun--gigi mereka dapat berubah menjadi kuning kecoklatan.

Lalu, wanita yang mengonsumsi tetrasiklin setelah bulan keempat kehamilan atau saat menyusui, maka bisa menyebabkan gigi anak tumbuh tidak sehat dan menguning.

Perubahan warna gigi menguning pada orang dewasa bisa terjadi karena pemakaian obat kumur yang mengandung senyawa yang dapat mengurangi bakteri dan mengobati gingivitis, yaitu chlorhexidine.

Selain itu, pemakaian obat luar yang mengandung minocycline juga bisa membuat gigi berwarna kuning.

Kandungan tersebut biasanya juga terdapat di beberapa obat jerawat.

Pasien kanker yang menjalani perawatan kemoterapi juga rentan mengalami gigi menguning. Sebab, radiasi pada area kepala dan leher bisa memicu hadirnya noda intrinsik.

Perawatan gigi agar tak menguning

Pencegahan terbaik untuk gigi kuning adalah memperhatikan apa yang Anda makan dan minum, dan tidak merokok. Anda juga harus rajin menjaga kebersihan gigi yang baik dan mengunjungi dokter gigi setidaknya dua kali setahun.

Penyebab paling mudah dari gigi yang menguning adalah kebersihan mulut yang buruk yang disebabkan oleh plak (bakteri yang terbentuk pada gigi) dan tarter (plak gigi yang mengeras) menumpuk. Dua hal tersebut merupakan pemicu gigi kuning paling kuat.

Oleh karena itulah Anda harus rutin mengunjungi dokter gigi untuk melakukan perawatan menyeluruh.

Dr. Edita Outericka, seorang dokter gigi dan direktur di Dynamic Dental in Mansfield, Massachusetts, menganjurkan agar Anda segera membuang penumpukan plak dan tarter pada gigi sebelum membusuk.
"Cara terbaiknya adalah membersihkannya secara teratur oleh seorang profesional, yakni dokter gigi," jelas Outerica.

Dia mengatakan perawatan pembersihan dan pembuangan kotoran serta karang gigi lewat proses scaling bisa menjadi pilihan yang tepat.

"Itu (scaling) bisa membantu gigi lebih bersih dan segar. Anda juga bisa melakukan pencegahan dengan minum menggunakan sedotan karena bisa meminimalkan waktu cairan menempel pada permukaan gigi," pungkasnya.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah