Cari
 Sejarah
 Diposting 16-07-2018 17:09

Ini Dia Sejarah Asal Nama Bom Molotov

Foto Caption: Bom Molotov

Eitzz, jangan salah paham dulu ya. Bahasan kita ini tidak akan berkaitan dengan cara membuat atapun hal yang berkaitan dengan penggunaannya. Yang Bakal ane bahas kali ini adalah "Asal-Usul dari Penamaan Bom Molotov" itu sendiri. Nah, penasaran dengan sejarah nama bom yang sering digunakan ketika anak-anak alay tawuran atau pada bentrokan Sipil VS Aparat? Let's check this out.

Molotov sendiri telah melalui sejarah yang panjang dan ikut dalam konflik besar dunia. Kisahnya dimulai 76 tahun yang lalu di hutan Finlandia. 30 November 1939, Uni Soviet mengirim 600.000 tentara melintasi perbatasan utara ke Finlandia.

bom molotov

Mengikuti pakta non-agresi Nazi-Soviet yang terkenal pada tanggal 23 Agustus 1939 (juga dikenal sebagai pakta Molotov-Ribbentrop), Soviet diberikan kebebasan untuk memperluas lingkungan pengaruh di Eropa Timur dan Utara di wilayah yang secara tradisional merupakan bagian dari bekas Kekaisaran Rusia. Hingga suatu hari, sepatu serdadu menginjakkan kaki di daratan Balkan.

Hanya Finlandia yang berada dalam posisi yang lebih baik daripada negara-negara Baltik untuk melawan agresi Soviet. Senjata, Serdadu dan garis pertahanan Mannerheim di sepanjang perbatasannya. Disinilah secara massiv molotov digunakan dalam perlawanan Finlandia dan Soviet. Soviet mengalami penundaan waktu yang lama dalam rencana mereka pada saat itu.

Secara de factosenjata seperti ini petama kali digunakan selama Perang Saudara Spanyol pada tahun 1936. Namun, perang Musim Dingin menjadi tempat pertama kali alat ini menjadi benar-benar terkenal.

Vyacheslev Molotov

Nama Bom Molotov ini diberikan oleh orang-orang Finlandia semasa berseteru dengan Soviet. Orang Finlandia menggunakan nama ini sebagai sindiran pada Soviet. Karena waktu itu Menteri Luar Negeri Soviet adalah Vyacheslev Molotov. Nama ini digunakan setelah menteri tersebut mengklaim pembom Soviet menjatuhkan bantuan pangan kepada anak-anak yang kelaparan di Helsinki. Molotov adalah sindiran sempurna untuk klaim tersebut. 

Bagaimana senjata sederhana semacam itu bisa berguna melawan mesin perang Soviet? Jawabannya terletak pada tank era Dunia II. Tank era perang dunia II sama dengan pendahulunya, yaitu tank-tank pada waktu itu membutuhkan ventilasi agar kru bisa bernafas. Kesinilah (ventilasi) molotof diarahkan.

Walau tidak menimbulkan kerusakan, namun hawa panas yang ditimbulkan memaksa kru tank untuk keluar sementara. Begitu awak tank berada di luar cangkang pelindung mereka, mereka sama rentannya dengan infanteri lainnya yang menyerang orang-orang Finlandia. Bahkan mereka paling mudah jadi sasaran karena berada di paling depan. Dengan cara ini, orang-orang Finlandia dapat secara efektif menetralisir tank Soviet dengan uang yang sangat murah.

Molotov sama sekali bukan senjata yang sempurna. Kelemahan dari senjata ini adalah jelas: molotov hanya bisa efektif jika seorang tentara Finlandia bisa masuk dalam jarak lempar tank Soviet dan mencapai area target kecil untuk memastikan ledakan tersebut mempengaruhi awak kapal.

Hanya ada satu cara untuk menggunakan senjata tersebut yakni tentara harus sangat pandai dan berani untuk cukup dekat ke sebuah tank, melempar senjatanya, dan kemudian melarikan diri sebelum ditembak oleh tank atau pasukan yang ada di belakangnya.

Finlandia akhirnya menuntut perdamaian pada awal Maret 1940 setelah Soviet menerobos Garis Mannerheim dan menembus jauh ke dalam negeri. Tetapi kemenangan Soviet dibayar sangat mahal. Bukan hanya lamanya perang, mereka juga hanya memperoleh konsesi teritorial minimal, dan 300.000 prajurit mereka menjadi korban. Mitos kecanggihan militer Soviet hancur, dan Nazi mempercepat rencana invasi rahasia ke Uni Soviet.

 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah