Kasus Ijazah Palsu Calon Kepala Daerah yang Coba Keberuntungan di Pilkada Terkuak

Posted 26-06-2018 11:20  » Team Friendonesia
Foto Caption: Ilustrasi

Kasus calon kepala daerah diduga menggunakan ijazah palsu maju ke Pemilikan Kepala Daerah (Pilkada) terkuak.

Calon Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi alias Pepen kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait dugaan ijazah palsu.

Pelapor adalah Chandra Pamungkas yang menyatakan, sudah membawa bukti-bukti adanya penyalahgunaan dokumen berupa ijazah palsu.

"Kasus ijazah palsu sudah dilaporkan tahun 2015 dan tidak dilanjutkan karena saksi menarik laporan," katanya di Jakarta, Senin (25/6/208).

Di dalam laporannya Chandra meminta aparat kepolisian untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan hukum terkait laporan penggunaan dugaan ijazah palsu itu, sehingga hukum bisa ditegakkan tanpa pandang bulu.

"Kami meminta agar penyidik segera memanggil dan memeriksa Rahmat Effendi,” ujarnya.

Selain itu, Chandra menyampaikan agar kepolisian juga menyelidiki dugaan ancaman kekerasan yang dilakukan oknum pemerintah Kota Bekasi terhadap salah seorang saksi yang mengaku mengetahui prihal kasus dugaan ijazah palsu itu.

"Salah satu saksi bernama Ahmad Huzaifah mengaku mendapat ancaman kekerasan agar tidak membuka kasus dugaan ijazah palsu itu," katanya.

Sebelumnya, Rahmat Effendi sudah pernah juga dilaporkan terkait ijasah palsu ke Polda Metrojaya. Selain dugaan ijasah palsu SMA (Sekolah Menengah Atas), ia juga dilaporkan penggunaan ijasah palsu gelar S1.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Kasus Pemalsuan Dokumen Ijazah Dilaporkan ke Bareskrim.

Dikutip dari Tribun Medan
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI