Jurnalis Rusia Pengkritik Putin Tewas Ditembak di Ukraina

Posted 30-05-2018 14:22  » Team Friendonesia
Foto Caption: Arkady Babchenko (REUTERS/Vitalii Nosach)

Kiev - Seorang jurnalis Rusia yang dikenal sebagai pengkritik Presiden Vladimir Putin, Arkady Babchenko, tewas ditembak di Ukraina. Penembakan ini terjadi setelah Babchenko melarikan diri ke pengasingan karena mendapat banyak ancaman. 

Seperti dilansir Reuters, Rabu (30/5/2018), Babchenko (41) meninggal dunia di dalam ambulans setelah sang istri menemukannya berlumuran darah di rumah mereka yang ada di Kiev, Ukraina. Babchenko dinyatakan meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.

Babchenko yang mantan tentara dalam perang Chechnya ini, dikenal sebagai salah satu jurnalis perang Rusia paling terkenal. Pada 27 Februari 2017, dia meninggalkan Rusia karena khawatir dengan keselamatannya usai mengkritik kebijakan pemerintah Rusia di Ukraina dan Suriah.

Politikus propemerintah di Rusia banyak mengecam Babchenko atas komentar-komentarnya di media sosial soal pengeboman yang dilakukan Rusia di Aleppo, Suriah dan soal karakterisasi Rusia sebagai agresor Ukraina.

Semasa hidup, Babchenko pernah mengulas soal pengiriman kontraktor militer privat Rusia ke Suriah dan menulis soal ditembak jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 pada Juli 2014 di Ukraina bagian timur. Pekan lalu, tim penyidik internasional menyatakan Rusia bertanggung jawab atas tragedi MH17. Rusia berulang kali membantah keterkaitan dengan insiden itu.

Dalam pernyataan terkait kematian Babchenko, Kepolisian Ukraina menduga dia dibunuh terkait aktivitas profesionalnya. 

"Versi paling pertama dan paling mungkin adalah aktivitas profesionalnya," ujar Kepala Kepolisian Kiev, Andriy Kryshchenko, saat ditanya soal dugaan motif pembunuhan Babchenko.

Dituturkan Kryshchenko, istri Babchenko masih dalam keadaan shock dan polisi belum bisa berkomunikasi dengannya. Otoritas Ukraina merilis sketsa wajah seorang pria yang diduga sebagai pembunuh Babchenko. Tersangka itu disebut berusia antara 40-45 tahun, memiliki berewok dan memakai topi.

Dua tahun lalu, seorang jurnalis Belarusia, Pavel Sheremet, yang dikenal kerap mengkritik pemerintah negaranya dan persahabatannya dengan pemimpin oposisi Rusia Boris Nemstov, tewas dalam ledakan mobil di Kiev. "Rezim Putin menargetkan orang-orang yang tidak bisa dipatahkan atau diintimidasi," sebut anggota parlemen Ukraina, Anton Gerashchenko, yang juga penasihat Menteri Dalam Negeri Ukraina. 

Gerashchenko menyebut bahwa Babchenko ditembak oleh seseorang yang menunggunya di tangga di pintu masuk rumahnya, setelah dia pergi keluar membeli roti. Babchenko ditembak beberapa kali dari belakang. "Hari ini di Kiev, di depan apartemen tempat dia tinggal, jurnalis Rusia yang terkenal, Arkady Babchenko ditembak dan dibunuh, dia seorang lawan konsisten rezim Putin dan teman Ukraina," ucapnya.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut jurnalis-jurnalis dibunuh dengan impunitas di Ukraina. "Kejahatan berdarah dan impunitas total telah menjadi rutinitas bagi rezim Kiev. Kami meminta otoritas Ukraina melakukan setiap upaya untuk menyelidiki dengan segera," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia via Facebook.

Dikutip dari detik.com
MUNGKIN INGIN ANDA BACA LAGI