Cari

Tenggelamnya Kapal San Jose Bernilai Rp 239 Triliun yang Kini Diperebutkan 5 Negara

Posted 28-05-2018 11:11  » Team Friendonesia
Foto Caption: Kapal San Jose (tanda panah) meledak diserang kapal Inggris. Padahal kapal San Jose membawa harta karun yang dirampas dari Amerika Latin

Akhirnya, Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI) dan Konsultan Arkeologi Kelautan (MAC) mengumumkan temuan pentingnya.

Mereka berhasil menguak tentang adanya bangkai kapal San Jose milik Spanyol yang karam pada tahun 1708 di Laut Karibia.

Sebenarnya, lembaga ini telah berhasil melacak adanya puing kapal tersebut sejak Juni hingga November tahun 2015. Namun, mereka belum berani membeberkan ke publik. Pasalnya, izin dari Swiss AG dan pemerintah Kolombia belum dikantongi.

Rupanya, pemerintah yang bersangkutan sengaja menunda kabar tersebut lantaran rumor menyebutkan bahwa kapal menyimpan harta karun senilai 17 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 239 triliun.

Kisah kapal

Dilansir dari indocropcircles.wordpress.com, kapal San Jose tenggelam akibat pertempuran laut yang disebut sebagai Wager’s Action atau “Aksi Wager” adalah konfrontasi ditengah laut pada tanggal 8 Juni 1708, antara armada kapal perang layar Inggris dibawah pimpinan komandan Charles Wager melawan armada kapal perang layar Spanyol yang sedang mengangkut harta, sebagai bagian dari Perang Suksesi Spanyol (War of Spanish Succession).

san jose ship

kapal galleon belanda

Sketsa kapal Spanyol, galleon San José (atas). Contoh kapal galleon milik Belanda (bawah)

Armada kapal perang layar Kerajan Inggris terdiri dari tiga kapal, yaitu kapal layar Expedition (kapten kapal Henry Long), kapal layar Kingston (kapten kapal Simon Timothy Bridges), kapal layar Portland (kapten kapal Edward Windsor) dan kapal layar Vulture, sebuah kapal layar perang atau fire ship (kapten kapal Komandan Caesar Brooks).

Sedangkan armada Spanyol terdiri dari 14 kapal dagang bersenjata ringan berbagai ukuran, dan ada tiga kapal perang besar yang mengawal mereka, yaitu kapal perang layar San José (kapitan kapal Santillán), kapal perang layar San Joaquín (kapitan kapal Villanueva) dan kapal perang layar Santa Cruz (kapitan kapal de la Rosa).

Kontak Awal Pertempuran
Pada musim semi 1708 armada laut tentara Kerajaan Inggris dibawah pimpinan Charles Wager melakukan ekspedisi di Karibia dengan skuadron empat kapal tersebut.

April 1708, skuadron Inggris ini sedang mengambil pasokan di pulau kecil Pequeña Barú, bagian dari Kepulauan Rosario (kini bagian dari Kolombia), yang hanya berjarak 30 mil jauhnya dari Cartagena.

cartagena

Kehadiran Inggris diketahui Gubernur Cartagena yang kemudian mengirim peringatan kepada armada Spanyol yang sedang berlabuh di Portobelo (kini bagian dari Panama) bahwa mereka harus waspada karena ada armada Inggris di dekat mereka.

Namun pada tanggal 28 Mei 1708 komandan armada kapal layar harta Spanyol, José Fernández de Santillán, yang sedang berlabuh di Portobelo, justru memutuskan untuk berlayar terlebih dahulu dari Portobelo ke Cartagena.

Padahal untuk mencapai Cartagena, armada Spanyol harus melewati pulau kecil Pequeña Barú, dimana terdapat armada Inggris yang sedang memasok kebutuhan kapalnya.

Hal itu dilakukan karena armada Spanyol tidak bisa menunggu lebih lama lagi akibat musim badai telah dekat dan sisa armada lainnya, ditambah pengawalan mereka oleh komandan Jean du Casse sedang menunggu di Havana (kini kepulauan Kuba) dan mengancam untuk berlayar meninggalkannya.

Harta berupa emas dan perak terkonsentrasi pada 3 kapal perang layar terbesar tersebut, yaitu San José mengangkut harta senilai 7-11 juta peso, San Joaquin mengangkut harta senilai 5 juta peso dan Santa Cruz mengangkut sisanya yang hanya sebagian kecil dari dua kapal lainnya.

Pertempuran di Tengah Laut

Akibat semakin dekatnya musim badai, maka armada kapal Spanyol bergerak dan berlayar hingga pada akhirnya mencapai pulau Isla de Baru pada malam 7 Juni 1708 dan mereka berlabuh di situ.

koin emas kapal san jose

Beberapa koin emas dari harta yang dibawa oleh kapal layar San Jose yang karam.

Pada hari berikutnya mereka kembali berlayar, angin berhembus pelan, tapi sekitar jam 3 sore mereka melihat di ufuk langit, armada kapal perang layar Kerajaan Inggris sedang mengejar dan berusaha mendekati mereka.

Kru kapal Spanyol langsung mengambil posisi defensif, tetapi armada Inggris tahu bahwa yang harus mereka serang terlebih dahulu adalah kapal terbesar, karena diduga mengangkut harta yang paling banyak.

Kapal perang Inggris, Kingston (kapten kapal Simon Timothy Bridges) secara agresif menyerang kapal perang Spanyol, San Joaquin (kapitan kapal Villanueva) setelah dua jam pertempuran, sekitar jam 5 sore kapal itu berhasil melarikan diri ke dalam gelapnya malam dengan bantuan dari salah satu kapal niaga Spanyol dalam armadanya yang bersenjata ringan, Concepción.

Sedangkan kapal perang layar Inggris lainnya, Expedition, menyerang kapal perang Spanyol San José dan berhasil mendekati kapal Spanyol itu dengan tujuan agar awak kapal Inggris dapat naik ke geladak kapal San Jose dan dapat menguasainya, setelah sebelumnya bertempur selama satu jam, dan setengah jam terakhir dalam pertempuran yang teramat sengit.

Sekitar pukul 07:00 malam dengan berjarak hanya 60 meter diantara dua kapal, tembakan meriam dari kedua kapal itu semakin membabi-buta, namun tiba-tiba kapal San José meledak. Diyakini bahwa San Jose meledak akibat gudang bubuk mesiu di dalam kapal itu telah terkena tembakan meriam dari kapal Inggris, Expedition.

Kapal yang mengangkut sarat harta hasil rampasan perang milik Spanyol itu akhirnya tenggelam dengan cepat, berikut harta yang berada di dalam perutnya yang bernilai sekitar 7-11 juta peso.

Hampir seluruh kru San Jose tenggelam ke dasar laut dan hanya tersisa 11 orang yang berhasil selamat dari 600 awak dan penumpangnya. Saat itu laut gelap gulita akibat bulan purnama yang tertutup awan.

Suasana mencekam pada malam itu pun secara berlarut-larut kembali menjadi tenang. Dentuman meriam reda, suara ombak kembali terdengar.

Namun setelah bulan purnama kembali muncul, armada Inggris berhasil menemukan kapal laut Spanyol lainnya, Santa Cruz, yang terlihat berada di ufuk langit pada pukul 02:00 dini hari. Inggris pun mengejar, seluruh layar penuh terkembang, suasana kembali menjadi tegang.

Setelah berhasil mengejar, maka pertempuran tak lagi terelakkan. Suasana hening kembali berubah dramatis, dentuman meriam lagi-lagi membabi-buta. Namun pertarungan itu singkat, menewaskan 14 tentara Inggris dan 90 tentara Spanyol, kemudian Santa Cruz berhasil dikuasai dan diambil oleh armada Inggris.

Namun, ternyata di dalam kapal itu tidak ada harta berharga yang dicari, hanya 13 peti uang koin dollar Spanyol (pieces of eight) dan 14 perhiasan berbentuk babi dari perak yang tampaknya milik pribadi.

Kapal Spanyol Lainnya Berhasil Lolos

Saat fajar, Inggris menemukan kapal Spanyol lainnya, San Joaquin, lalu Komandan Wager memerintahkan kapal Inggris, Kingston dan Portland untuk mengejar dan menangkap kapal itu.

Setelah beberapa salvo, San Joaquin berhasil kabur balik kembali menuju pelabuhan Cartagena dan Inggris tidak berani mengikutinya karena akan menghadapi senjata dari benteng di Cartagena.

san jose war ship

Tampak lukisan kapal layar harta kelas Galleon milik Kerajaan Spanyol “San José” yang penuh berisi harta meledak saat pertempuran laut “Wager’s Action” (lukisan minyak oleh Samuel Scott).

Sisa dari armada Spanyol lainnya juga berhasil mencapai Cartagena kembali dengan aman, kecuali kapal Spanyol Concepción yang terpojok oleh Inggris dan terdampar sendiri di pulau Isla Baru.

Tapi semua kru kapal Concepción itu langsung turun dari geladak kapal menuju ke darat, dan berhasil menyelamatkan seluruh harta yang dibawanya.

Namun paling tidak, Inggris telah berhasil mencegah tiga kapal layar Kerajaan Spanyol yang penuh memuat harta emas dan perak dalam upayanya untuk menyebrang lautan Atlantik, dari Amerika Selatan ke Eropa dalam upaya Kerajaan Spanyol untuk mendanai perang Franco-Spanyol atau Perang Perancis-Spanyol.

sea war san jose ship against british ship

Armada kapal layar Kerajaan Inggris yang layarnya telah robek-robek akibat meriam dari armada laut Kerajaan Spanyol dalam pertempuran laut “Wager’s Action”

Tapi komandan Charles Wager tetap kecewa, karena dia tak berhasil mencuri dan mengambil harta dari kapal itu yang dapat membuatnya menjadi orang kaya, atau paling tidak akan lebih baik lagi jika ia berhasil menangkap kapal harta Kerajaan Spanyol lainnya, San Joaquin, yang mengangkut harta senilai 5 juta peso.

Kapten kapal layar Kerajaan Inggris Kingston yaitu Simon Timothy Bridges, dan kapten kapal layar Kerajaan Inggris Portland yaitu Edward Windsor, akhirnya dicopot dan diusir dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris akibat kegagalan ini.

Sejak saat itu, kapal tersebut terpendam tiga abad di dasar laut. Hingga pada tahun 2015, kendaraan bawah laut otonom (AUV) REMUS 6000 berhasil melacak keberadaan kapal malang ini.

Pada kedalaman 9,1 meter, perangkat tersebut berhasil mendeteksi meriam perunggu berukir lumba-lumba yang menjadi ciri kapal periode lampau tersebut. Sementara itu, bangkai kapal tersebut berada di jangkauan sekitar 600 meter di bawah laut.

Diincar dan direbutkan banyak pihak

Mulanya para peneliti masih ragu apakah itu benar kapal San Jose. Sebab, kapal tersebut tertimbun endapan yang menutup seluruh permukaannya.

Berkat teknologi canggih yang dibekalkan ke REMUS 6000, terungkaplah keaslian kapal itu.

puing-puing kapal san jose

runtuhan kapal san jose

Keberadaan tentang kapal ini sempat ditutup rapat-rapat karena kapal dan harta di dalamnya jadi incaran banyak pihak. Sampai saat ini, lokasi akurat mengenai kapal ini bahkan belum dipublikasikan.

Spanyol, misalnya, merasa berhak karena kapal tersebut berbendara Spanyol kendati tenggelam bukan di perairannya.

Sementara itu, Kolombia menganggap harta itu tersebut adalah milik mereka. Pasalnya, harta diperoleh dari penaklukan Amerika.

Lalu, ada yang mendasarkan pada catatan sejarah di akhir abad 17 yang menyatakan muatan Spanyol adalah kepunyaan Belanda, Perancis, atau Inggris.

Muncul pula perusahaan Sea Search Armada (SSA) yang menuntut harta tersebut diserahkan ke mereka. Sebab, pihaknya telah berhasil mengungkap adanya bangkai kapal ini sejak tahun 1980.

Dikutip dari Tribunnews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah