Cari

Satu Lagi Rekanan Pemkab Batubara, Maringan Situmorang Dituntut Tiga Tahun Penjara oleh KPK

Posted 26-01-2018 15:47  » Team Friendonesia
Foto Caption: Maringan Situmorang, terdakwa kasus suap Bupati Batubara.

Setelah membacakan tuntutan hukuman untuk terdakwa Syaiful Azhar, Penuntut Umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selanjutnya menuntut terdakwa penyuap Bupati Batubara non aktif OK Arya Zulkarnain, Maringan Situmorang dengan hukuman tiga tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan di Ruang Utama, Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Kamis (25/1/2018).

"Menuntut terdakwa Maringan Situmorang dengan hukuman pidana penjara selama tiga tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan," sebut Jaksa KPK Kresno Anto Wibowo.

Kresno menyebutkan secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

"Adapun hal yang memberatkan hukuman bagi terdakwa yaitu tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi," kata Kresno.

Pascapembacaan tuntutan itu, penasihat hukum Maringan, Palmer Situmorang menyatakan akan mengajukan nota pembelaan (pledoi). Selain itu, pihaknya juga menyebutkan bahwa kliennya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator.

"Kami mengajukan pledoi majelis. Kami juga telah mengirimkan surat melalui kurir bahwa terdakw bersedia menjadi justice collabolator majelis," kata Palmer.

Untuk diketahui, terdakwa Maringan Situmorang memberikan dua lembar cek, masing-masing satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1,5 miliar dan satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012 senilai Rp 1,5 miliar serta uang sebesar Rp 700 juta kepada Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnain melalui pemilik showroom Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen.

Dua lembar cek dengan total nilai sebesar Rp 3 miliar dan uang tunai sebesar Rp 700 juta yang diberikan terdakwa merupakan imbalan (fee), karena OK Arya memberikan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara yaitu proyek pembangunan jembatan Sei Magung, Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar.

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara.

Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah