Cari

Dua Calon Independen Gugur, Ashari Lawan Kotak Kosong

Posted 26-01-2018 15:36  » Team Friendonesia
Foto Caption: Pasangan Sofyan Nasution-Jamilah saat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Deliserdang. (Foto: iNews/Amiruddin)

Pasangan petahana Ashari Tambunan-M Ali Yusuf Siregar melenggang tanpa pesaing dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Deliserdang. Ashari dipastikan akan melawan kotak kosong karena dua pesaingnya dinyatakan gugur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dua pasangan bakal calon bupati Deliserdang yang maju dari jalur independen gugur karena tidak bisa melengkapi syarat pencalonan dalam batas waktu yang telah ditetapkan KPU Kabupaten Deliserdang. Keduanya adalah pasangan Sofyan Nasution-Jamilah dan Mion Tarigan-Zainal Arifin.

Sofyan Nasution-Jamilah hanya memperoleh 110.000 pendukung. Sementara pasangan Mion Tarigan-Zainal Arifin sebanyak 97.000 dukungan. Padahal, calon independen harus mendapatkan syarat dukungan minimal 173.522 warga lewat pengumpulan kartu tanda penduduk (KTP).

“Kedua pasangan tersebut dinyatakan gagal dan belum memenuhi syarat pencalonan,” kata Komisioner KPU Delisedang Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Bobby Indra Prayoga, Selasa (23/1/2018).

Sebelumnya, pasangan Sofyan Nasution-Jamilah mengklaim telah memenuhi syarat dukungan sebanyak 198.000. Namun, setelah diverifikasi, pasangan ini hanya memiliki  110.000 pendukung.

Berbeda dengan Mion Tarigan dan Zainal Arifin, pasangan ini hanya membawa berkas 149.000 pendukung. Namun, Mion-Zainal tidak mampu memenuhi kekurangan dari syarat minimal yang telah ditentukan.

Sofyan Nasution menuding KPU Deliserdang tidak netral dalam menentukan pasangan calon. Salah satunya, kata dia, operator penyeleksi calon adalah seorang aparatur sipil negara. Menurut dia, kecurangan tersebut terlihat jelas lantaran tidak ada saksi yang mengawasi saat verifikasi oleh KPU.

Padahal, menurut peraturan komisi pemilihan umum (PKPU) No 3 tahun 2017 Pasal 17 ayat 5 pihaknya diperbolehkan mengutus perwakilan mengawasi proses verifikasi. “Kami berhak untuk mendampingi proses verifikasi dan itu tidak pernah disosialisasikan ke kami. Saya cukup terkejut pagi ini ternyata aturan itu ada,” kata dia.

Dikutip dari iNews
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah