Cari

Hiiyyaat, Tendangan Kungfu Walikota Mataram Terhadap Satpol PP Viral, Anak Buah Sebut Itu Hal Biasa.

Posted 24-01-2018 14:09  » Team Friendonesia
Foto Caption: Tendangan 'kungfu' Ahyar Abduh ke waja Satpol PP Mataram

Soal tendangan keras Wali Kota Mataram,  Ahyar Abduh, yang mendarat di dada dan leher sejumlah Satpol PP, Bayu Pancawati selaku Kepala Satpol PP Kota Mataram mengatakan, tendangan keras kepada sejumlah Satpol PP tersebut sudah menjadi biasa ketika setelah pelantikan.

Bayu mengatakan, pemukulan Wali Kota Mataram terhadap anak buahnya beredar di media sosial dan media online terjadi setelah pelantikan dan penyerahan tongkat komando kepada Kepala Satpol PP Bayu Pancapati, Rabu (17/1/2018).

“Jangankan anggota, saya saja dites oleh Pak Wali Kota, biasa Bapak melakukan itu, mengetes kami. Saya saja sering diuji kemampuan fisik dan bela diri saya oleh Pak Wali, itu bukan Pak Wali marah, itu biasa, kok, anggota Satpol PP Kota Mataram malah senang,” kata Bayu, Minggu (21/1/2018).

Bayu mengatakan, saat diangkat menjadi Kepala Bidang Operasional Satpol PP, dirinya juga menerima “kejutan” dari Ahyar Abduh.

“Kaget sih awalnya, tiba tiba Pak Wali sidak dan langsung menghantam saya. Kami tak melawan, tetapi kami bertahan, itu cara Pak Wali dan Wakil Wali Kota Mohan Roriskana menguji bawahan seperti kami,” ujarnya.

Bayu menyebutkan, Wali Kota Mataram jago silat dan wakilnya pandai olahraga tinju.

Ketika aksi itu muncul di media sosial dengan beragam tanggapan negatif, Bayu menilai, hal itu ulah pihak-pihak yang ingin melakukan kampanye hitam.

“Ada pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi sekarang untuk kampanye hitam,” katanya.

Wali Kota Mataram Ahyar Abduh tercatat sebagai salah satu bakal calon gubernur NTB yang telah mendaftar di KPU NTB berpasangan dengan Mori Hanapi.

“Aksi itu di luar keseharian Wali Kota, semua pejabat di Kota Mataram kaget karena begitu selesai menyerahkan tongkat komando kepada Kepala Satpol PP Bayu Pancapati yang baru dilantik, Wali Kota langsung mengarahkan tendangan ke arah leher tiga anggota Satpol PP yang tengah berbaris,” kata Kasim.

Kasim mengatakan, sudah dua kali Wali Kota membuat kejutan. Pertama, sebelum menjabat untuk kedua kalinya menjadi Wali Kota Mataram pada 2015, Ahyar melakukan unjuk kekebalan dengan menusukkan keris ke dada kirinya.

“Itu waktu acara budaya di depan Kantor Polres Mataram. Itu aksi spontan dan tersebar cepat di media sosial Facebook dan media lokal di NTB,” kata Kasim.

Kasim mengatakan, sudah menjadi hak Wali Kota menunjukkan kemampuannya, tetapi sebaiknya tidak dilakukan di hadapan publik, seperti melakukan aksi menendang anggota Satpol PP Kota Mataram.

“Hal itu tak lazim dilakukan pejabat daerah, apalagi di hadapan publik, terlebih dalam situasi politik saat ini,” kata Kasim.

Dikutip dari Sipayo
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah