Cari

Dicecar Pertanyaan oleh Hakim, OK Arya Akhirnya Mengaku Terima Uang Suap

Posted 16-01-2018 15:49  » Team Friendonesia
Foto Caption: Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnain yang juga tersangka kasus penyuapan, memberikan kesaksian untuk terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar di Pengadilan Tipikor, Senin (15/1/2018).

Bupati Batubara non aktif, OK Arya Zulkarnain yang menjadi saksi dalam persidangan kasus penyuapan dengan terdakwa Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar di Pengadilan Tipikor pada PN Medan, Senin (15/1/2018) berupang kali berkelit ketika ditanyai hakim.

Hal itu berawal ketika Ketua Majelis Hakim, Wahyu Prasetyo Wibowo menanyai mengenai kebijakan OK Arya telah menetapkan sejumlah proyek pembangunan jembatan dan pembangunan jalan kepada Maringan dan Syaiful.

"Saudara pernah memanggil Ketua ULP, Franky Siboro dan memberikan catatan nama-nama yang telah mendapatkan proyek tertentu di Batubara. Kenapa harus titipkan seseorang untuk dimenangkan sehingga dapat proyek? Bukanya sudah ada sistem LPSE. Kenapa harus ditunjuk langsung?" tanya Wahyu kepada OK Arya.

"Mereka ini sebelumnya telah mengerjakan proyek dengan baik. Jadi saya percaya," jawab OK Arya.

Hakim pun kembali mengajukan pertanyaan sama dan lagi-lagi orang nomor satu di Pemkab Batubara pun memberikan keterangan yang sama.

"Apakah karena ada pemberian uang, sehingga saudara menunjuk kedua terdakwa ini mendapat proyek di Batubara?," sebut hakim.

Mendengar pertanyaan itu, OK Arya lama terdiam, dan akhirnya ia membenarkan berkat adanya pemberian uang fee oleh kontraktor membuat kedua terdakwa mendapatkan sejumlah proyek yan lg dananya tertampung di APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.

"Ya, saya ada menerima uang," ungkap OK Arya.

Namun, ia mengaku bahwa uang itu diterima tidak ada paksaan dimana inisiatif atau partisipasi dari para rekanan.(*)

Dikutip dari Tribun Medan
 
 
 
 
 

Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar di bawah